Aceh Targetkan Menjadi Lumbung Pangan Nasional

WOL Photo/Chairul sya'ban
Iklan

LHOKSUKON, WOL – Pemerintah Aceh memberi perhatian khusus untuk Pembangunan dan Pengembangan sektor Pertanian. Bahkan pada tahun 2017, menargetkan bahwa Aceh menjadi salah satu kawasan lumbung pangan nasional, dalam rangka mewujudkan kemandirian dan ketahanan pangan di Aceh dengan akan memberi perhatian khusus pada tiga komoditi utama, yaitu padi, jagung dan kedelai.

Untuk mendukung langkah tersebut, Pemerintah Aceh telah mencanangkan program upaya khusus untuk meningkatkan produksi padi, jagung dan kedelai. Dimana salah satunya dilakukan dengan cara penambahan luas suatu lahan sawah khususnya serta pengendalian alih fungsi lahan pertanian, sebagaimana yang telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 41 tahun 2009 tentang perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan.

Hal itu disampaikan Gubernur Aceh, dr H. Zaini Abdullah atau Doto Zaini yang diwakili oleh Staf Ahlinya, Ir Razali Adami, dalam acara penanaman padi perdana bersama Pangdam IM, Mayjen TNI L Rudy Polandi di atas lahan seluas dua hektar di Desa Blang Aman, Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara, Kamis (12/5).

“Langkah ini sudah selayaknya kita perkuat, mengingat potensi lahan yang tersedia di Aceh masih cukup luas. Langkah ini sebenarnya telah kita canangkan sejak empat tahun yang lalu. Hasilnya sejak tahun 2012 sampai tahun 2014 Pemerintah Aceh telah menghasilkan dan melakukan pengembangan areal sawah baru seluas 13.890 hektare dengan pola bantuan sosial masyarakat,” ucapnya.

Khususnya pada tahun 2016 ini, Aceh mendapat alokasi pengembangan sawah baru seluas 16.600 hektar yang tersebar pada 14 kabupaten dan kota di Aceh.

iklan

Dimana pelaksanaan kegiatan ini dilakukan melaui mekanisme pola swakelola yang melibatkan TNI AD seabagaimana kesepakatan antara Kementerian Pertanian Republik Indonesia dengan Mabes TNI AD di Jakarta beberapa waktu lalu.

“Dengan kerjasama ini, Pemerintah Aceh menargetkan sampai tahun 2019 kita akan mengembangkan areal sawah baru seluas 56 ribu hektar. Jika target ini dapat kita raih, maka cita-cita menjadi Aceh sebagai lumbung pangan nasional insya Allah akan mudah tercapai,” ucapnya lagi.

Pihaknya tentu memahami ketergantungan masyarakat Indonesia akan beras sangatlah tinggi. Karena itu produksi padi, katanya harus ditingkatkan melalui berbagai upaya yang ada.

Perluasan sawah baru merupakan salah satu langkah untuk mengambil alih fungsi lahan yang cepat yang terjadi di wilayah-wilayah.

“Karena itu, saya berharap seluruh elemen masyarakat mendukung langkah pengembangan areal sawah baru ini. Data sensus pertanian BPS menyebutkan, sampai tahun 2015 luas laku lahan sawah di Aceh sekitar 311 ribu hektare. Dari luas itu yang dapat ditanami padi sekitar 291 ribu hektare dengan jumlah produksi gabah kering sebesar 2,3 juta ton,” ujarnya mengajak.

Untuk mendukung langkah ini, mesin tekhnologi pertanian juga akan kita tingkatkan, sejalan dengan penyediaan sarana produksi seperti benih dan pupuk serta alat mesin pertanian dan ketersedian air yang cukup melalui pembangunan irigasi.(wol/chai/data2)

Editor: SASTROY BANGUN

Iklan