Warga Protes Galian C

foto: Waspada
Iklan

TANJUNGBALAI, WOL – Puluhan warga mulai dari orang dewasa hingga balita memblokir Jalan Pepaya, Lingkungan III, Pantaiolang, Kelurahan Sirantau, Kecamatan Datukbandar, Kota Tanjungbalai, Jumat (1/4).

Warga yang terbakar emosi menyampaikan protes terhadap aktivitas ratusan truk pengangkut pasir yang menimbulkan debu dan polusi udara. Masyarakat resah karena debu mengganggu kesehatan dan menyebabkan seluruh isi rumah kotor.

Wati, 40 tahun, mengatakan aktivitas penambangan di sana sudah berlangsung selama bertahun-tahun dan selama itu pula mereka menderita. Wati menduga para penambang dan pengusaha angkutan dibeking oknum aparat sehingga leluasa berbuat semaunya.

Warga menyatakan, pengusaha galian C maupun truk pengangkut pasir tidak memberikan solusi terkait debu. Karenanya, masyarakat akan tetap menutup jalan tersebut. Mereka menuntut agar dilakukan penyiraman ke jalan supaya debunya menimbulkan bermacam masalah.

“Bayi warga sini banyak terserang penyakit seperti batuk. Ini adalah puncak penderitaan kami. Kepada Bapak Wali Kota Syahrial, kami minta agar menutup tambang pasir itu,” ungkap warga lainnya, Soleh Karo-Karo.

iklan

Menurut Soleh, warga sudah pernah meminta agar pengusaha melakukan penyiraman jalan supaya debu tidak terbang, namun tidak direspon. Sebaliknya, pengusaha menyuruh masyarakat menyiram sendiri. Arogansi itu memunculkan dugaan adanya permainan antara petugas dengan pengusaha.

Massa tampak melintangkan kursi dan kayu di tengah badan jalan agar truk tidak dapat melintas. Selain itu, masyarakat juga menggelar poster bernada protes terhadap truk pengangkut pasir. Mereka juga mengungkapkan kekesalan karena aktivitas itu sangat meresahkan. Sementara itu, truk mengalami kerusakan yang diduga akibat pukulan massa.

Kanit Patroli Polsek Datukbandar, Aiptu L Tambunan, mengatakan pihaknya telah mengamankan truk plat Riau tersebut di Mapolsek untuk meredam amarah warga. Tambunan berjanji akan memediasi pengusaha dan warga untuk mencari solusi. (wol/aa/waspada/data2)

Editor: AUSTIN TUMENGKOL

Iklan