Susunan Pengurus Baru PPP Tunggu Djan Faridz

Ilustrasi (foto: Ist)

JAKARTA, WOL – Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Hamonangan Laoly terkesan sudah enggan menanggapi sikap politikus PPP Djan Faridz. Hingga hari ini, Djan ogah bergabung dengan PPP hasil Muktamar VIII yang mengamanahkan Romahurmuziy (Rommy) sebagai ketua umum.

Apalagi, susunan kepengurusan PPP masih menunggu bergabungnya Djan beserta rombongannya. “Jadi kita minta Pak Djan Faridz, Ya sudahlah,” tegas Yasonna sebelum meninggalkan Kemenkumham, Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (13/4).

Yasonna dan jajarannya juga belum bisa memutuskan pengesahan kepengurusan karena formaturnya belum disusun PPP. “Belum dimasukkan,” tegas dia.

Namun, pemerintah tak serta merta lepas tangan atas konflik di tubuh partai berlambang Kakbah ini. Yasonna bahkan telah mengirim orang membujuk Djan agar mau bergabung dengan kepengurusan Rommy.

Sayangnya, Djan bergeming. Padahal, Rommy membebaskan Djan memilih posisi apa pun yang ia inginkan di bawah kepemimpinan Rommy.

Advertisement

Romy tak memberi batas waktu kepada Djan untuk bergabung dengan kepengurusannya. Ia berharap, upaya ini bisa meluluhkan Djan yang masih tak mengakui status Romy saat ini.

Romy terpilih secara aklamasi sebagai ketua umum setelah peserta muktamar sepakat melakukan pemilihan dengan cara musyawarah mufakat dalam Muktamar VIII PPP yang digelar 8-10 April di Asrama Haji, Pondok Gede, Jakarta Timur itu. Sempat terjadi perdebatan terkait sistem pemilihan ini. Pemungutan suara dilakukan untuk menentukan sistem pemilihan.

Alhasil, 1.062 pemilik hak suara mendukung pemilihan ketua umum melalui musyawarah mufakat dan 87 memilih dengan cara pemungutan suara. Saat itu terdapat 1.149 dari 1.235 pemilik hak suara yang hadir.

Djan dan loyalisnya sama sekali tak hadir dalam muktamar islah. Djan menilai kehadiran pada ajang islah sebagai sebuah kesalahan. Ia juga menganggap bakal menjadi kesalahan apabila ia bergabung dengan kepengurusan Rommy.(metrotvnews/data2)