Polsek Medan Kota Sosialisasi Bahaya Narkoba Bagi Pemuda Gereja

WOL Photo

MEDAN, WOL – Guna memberantas peredaran narkoba, Polsek Medan Kota menggelar penyuluhan narkoba di Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) Simpang Marindal, Medan.

Dalam penyuluhan bahaya narkoba itu, langsung disampaikan Kapolsek Medan Kota, Kompol Ronald Sipayung, yang diwakili Kanit Reskrim Polsek Medan Kota, Akp Martualesi Sitepu.

AKP Martualesi Sitepu, mengajak remaja (permata) gereja agar senantiasa menjauhi narkoba agar nantinya tidak terjemus dalam pergaulan bebas. Di mana sekarag ini narkoba sudah merebak kemana-mana tidak memandang usia, profesi dan latar belakang kehidupan.

“Kaum permata adalah generasi penerus gereja dan penerus bangsa yang menjadi harapan dan kebanggaan keluarga, sedini mungkin harus mengenali latar belakang siapa temanmu. Sebab ada teman juga akhirnya jadi teman yang membawa petaka. Artinya karena temanmu tadi sudah pecandu narkoba akhirnya menular ke orang lain,” ungkapnya, Sabtu (16/4).

Dalam sosialisasi penyuluhan narkoba yang diikut sekitar 40 orang permata GBKP Simpang Marindal, sebelum pelaksanaannya terlebih dahulu pembimbing permata, Diaken Ir. Jakup Sembiring, memimpin ibadah singkat dalam renungan singkatnya.

Advertisement

Jakup Sembiring, mengajak permata untuk sungguh-sungguh mengikuti kegiatan sosialisasi dengan tujuan mengetahui bahaya narkoba dan bagaimana harus menghindarinya.

Selain itu, dalam penyampaian sosialisasi Kanit Reskrim memberikan waktu kepada peserta. Di mana salah seorang peserta bermarga Tarigan  bertanya bagaimana kalau ada anggota keluarga menjadi pecandu narkoba?

“Bahwa dalam UU No.35 Thn 2009 pasal 54 dan pasal 55 disebutkan bahwa pecandu narkotika dan korban penyalah gunaan narkotika wajib direhabilitasi. Dalam aplikasi pasal ini keluarga pertama sekali harus melapor sedini mungkin ke kantor polisi terdekat atau kantor BNN maupun kantor lurah se-tempat, untuk nantinya ditindaklanjuti dengan pendataan dan memfasilitasi rehabilitasi. Bila sudah dilaporkan, berarti anggota keluarga kita sudah aman dari proses pertanggungjawaban pidana penyalahgunaan narkoba. Namun dia adalah korban penyalahgunaan narkoba,” jelas Martualesi.(wol/lvz/data2)

Editor: SASTROY BANGUN