Lantamal I Tangkap Kapal Buronan Interpol

Waspada

BELAWAN, WOL – Petugas Kapal Angkatan Laut (KAL) Viper II-I-63 menangkap kapal buronan Interpol, FV Hua Li 8 berbendera Tiongkok di kawasan perairan Jambu Air, Aceh, setibanya di Dermaga Lantamal I Belawan, Sabtu (23/4).

Kapal yang memiliki 25 awak yang empat di antaranya WNI itu menjadi buronan Interpol lantaran kerap melakukan illegal fishing (pencurian ikan) di beberapa laut milik negara lain. Terkahir diketahui, kapal ini mencuri ikan di perairan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Argentina.

“Namun penangkapan ketika itu oleh Coast Guard Argentina gagal karena kapal ini kabur ke perairan Uruguay. Selanjutnya, Argentina memasukkan kapal ini ke dalam Interpol Notice Purple,” kata Danlantamal I, Brigjen TNI (Mar) Widodo Dwi Purwanto.

Didampingi Komandan KAL Viper II-I-63 Kapten Laut (P) Yan Sembiring, Danlantamal I mengatakan kapal FV Hua Li 8 melintas di perairan Selat Malaka berdasarkan informasi dari Mabes AL. Selanjutnya, Lantamal I mengambil tindakan dengan mengerahkan kapal pasukan reaksi cepat.

Setelah melakukan pencarian sekitar satu hari, kapal FV Hua Li 8 ditemukan melintas di perairan Jambu Air, Aceh. Takut buruannya lepas, KAL Viper II-I-63 melakukan upaya penangkapan. Akibatnya, petugas KAL Viper II-I-63 yang diperkuat KRI Patiunus, KAL Boa, dan Sea Rider WFQR Lantamal I melakukan tembakan ke arah kapal.

Advertisement

“Kita terpaksa melakukan penembakan ke arah badan kapal setelah terlebih dahulu melakukan tembakan peringatan,” sebut Widodo.

Dijelaskan, di dalam kapal yang terbuat dari besi itu seluruh perlengkapan alat tangkap cumi-cumi hingga pengemasannya tersedia. Sehingga ikan cumi yang keluar dari kapal tersebut telah siap jual.

“Jadi di kapal ini ikan cumi yang didapat langsung diolah hingga siap jual dan mereka terus menerus mencuri ikan di negara asing selama bertahun tahun,” kata Widodo.

Disinggung penanganan atas penangkapan kapal tersebut, Lantamal I telah berkoordinasi dengan Satgas 115 IUU Fishing Kementerian Kelautan Perikanan (KKP) yang akan datang ke Lantamal I, Senin (25/4) nanti, untuk penyelidikan lebih lanjut.(wol/aa/waspada/data1)

Editor: AUSTIN TUMENGKOL