Jokowi Tinjau Proyek Tol Laut di Papua Barat

ilustrasi (sumber: Tim Komunikasi Presiden)

MANOKWARI, WOL – Presiden Joko Widodo (Jokowi) tiba di Kabupaten Manokwari, Papua Barat, untuk meninjau dan meresmikan sejumlah proyek infrastruktur terutama terkait tol laut.

Presiden Jokowi yang didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo tiba di Bandar Udara Rendani, Kecamatan Manokwari Selatan, Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat, Selasa sekitar pukul 9.14 WIT.

Presiden sebelumnya lepas landas dari Kota Ambon menggunakan Pesawat Boeing 737-400 TNI AU.

Saat tiba di Manokwari, Presiden disambut oleh Gubernur Papua Barat Abraham Octavianus Attururi, Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Hinsa Siburian, dan Kapolda Papua Barat Brigjen Pol Royke Lumowa.

Selanjutnya Presiden Jokowi lepas landas menuju Bandar Udara Margono, Kabupaten Teluk Wondama, Provinsi Papua Barat, dengan menggunakan Helikopter Super Puma TNI AU dengan waktu tempuh sekitar 1 jam 20 menit.

Advertisement

Di Teluk Wondama, Presiden Jokowi dijadwalkan akan meninjau panel dan maket Pelabuhan Laut Wasior.

Selanjutnya Presiden Jokowi akan meresmikan Pelabuhan Wasior sebagai bagian dari program tol laut pemerintahannya.

Pelabuhan Wasior yang berada di Teluk Wondama, Papua Barat dibangun untuk mendukung konektivitas sehingga dapat memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana transportasi masyarakat Kabupaten Teluk Wondana, Papua Barat guna menumbuhkan perekonomian dan menekan disparitas harga antar daerah.

Pelabuhan Wasior merupakan pelabuhan pengumpul dalam hierarki pelabuhan laut. Pembangunan fasilitas di pelabuhan Wasior meliputi dermaga seluas 174×10 meter persegi, Trestle I seluas 48×8 meter persegi, Trestle II seluas 47×8 meter persegi, Causeway I seluas 160×6 meter persegi, Causeway II seluas 127×8 meter persegi dan reklamasi 12.500 meter persegi.

Pelabuhan Wasior dapat disandari kapal hingga 3.500 DWT dengan faceline dermaga -10 mLWS.

Selain itu terdapat pembangunan fasilitas darat seperti kantor, terminal penumpang, pos jaga, rumah pompa, genset, gudang seluas 15×40 meter persegi, dan lapangan penumpukan seluas 10.000 meter persegi.

Pelabuhan itu merupakan bagian dari proyek tol laut sebagai upaya pemerintah dalam menegaskan kembali Indonesia sebagai bangsa maritim dengan membangun transportasi laut sehingga sistem logistik antar pulau dan di dalam kepulauan tersebut dapat terhubungkan.

Program ini bertujuan untuk menghubungkan pelabuhan-pelabuhan besar yang ada di nusantara.(antara/data2)