Cek Mad: Siapapun Dia Pelaku Illegal Logging Ditindak Tegas

(WOL Photo/ Chairul Sya'ban)
Iklan

LHOKSUKON, WOL – Bupati Aceh Utara, H. Muhammad Thaib, mengatakan kondisi hutan di daerah yang ia pimpin itu kian parah kerusakannya. Hal ini dikatakannya saat dimintai tanggapannya oleh Waspada Online, Senin (25/4), mengingat maraknya illegal logging di kawasan pedalaman Kecamatan Cot Girek.

“Ya memang kondisi sebagian hutan di daerah kita ini sudah gundul, saya selalu menyarankan agar hutan jangan dipangkas, siapapun dia akan kita tindak dengan tegas. Mari saling menjaga hutan dengan baik,” sebut Bupati yang akrab disapa Cek Mad ini dengan tegas.

Disamping itu, dirinya tidak tahu pasti dimana saja titik-titik maraknya illegal logging yang menyebabkan hutan jadi rusak. Sehingga dapat menyebabkan banjir maupun longsor.

“Sejauh ini belum tau saya dimana saja titik-titik rawan illegal logging, itu bisa ditanyakan kepada Polisi. Merekalah (Polisi, red) yang harus menindak ini. Ya saya harap begitu,” jelasnya.

Sementara menanggapi hal itu, Kapolres Aceh Utara, AKBP Achmadi SIK mengaku bahwa untuk sementara ini pihaknya belum terdeteksi titik-titik mana saja yang marak illegal logging. Namun menurutnya tidak menutup kemungkinan dipedalaman Aceh Utara pasti ada illegal logging.

iklan

“Sejauh ini belum kita terdeteksi dimana-mana saja rawan illegal logging, pun tidak menutup kemungkinan illegal logging ada dipedalaman-pedalaman. Rata-rata didaerah kita hutan dialih fungsi atau HGU lah,” jelasnya.

Kendati demikian pihaknya tetap mengimbau kepada masyarakat untuk jangan melakukan illegal logging, dan segera laporkan ke Polisi jika masyarakat ada yang melihat illegal logging tersebut.

“Ya kita tetap mengimbau lah kepada masyrakat untuk jangan lakukan illegal logging, laporkan kepada kami jika itu terjadi. Intinya sementara ini belum ada yang seperti itu, illegal logging yang kami tangkap belum lama ini itu juga bukan berasal dari daerah kita, tapi dari Aceh Timur,” pungkas Achmadi.

Belum lama ini, Polsek Kecamatan Cot Girek, Aceh Utara menemukan sebanyak 32 batang kayu olahan tanpa dokumen dan pemilik diperkebunan warga pedalaman Cot Girek. Barang bukti kayu tersebut hingga kini masih diamankan di Mapolsek setempat guna penyelidikan lebih lanjut.

Berdasarkan sumber Waspada Online, menyebutkan, hampir setiap sore kendaraan sepeda motor melintas di kampung-kampung Kecamatan Cot Girek dengan mengangkut beberapa batang kayu yang diduga ilegal.

Kayu-kayu yang diolah menjadi papan dan balok itu diikat pada sisi kiri dan kanan sepedamotor yang telah dimodifikasi dengan knalpot blong. Akan tetapi pihak kepolisian setempat juga tetap melakukan patroli penertiban illegal logging, namun sepmor yang mengangkut kayu-kayu itu justru kerap lolos dari kejaran polisi.(wol/chai/data2)

Editor: SASTROY BANGUN

Iklan