Bayar Tebusan ke Abu Sayyaf Dinilai Bukan Solusi

Istimewa

JAKARTA, WOL – Anggota Komisi I DPR Fraksi PDI Perjuangan Charles Honoris berharap seluruh WNI yang disandera oleh kelompok Abu Sayyaf bisa segera kembali dengan selamat ke Indonesia.

“Namun, rencana perusahaan pelayaran membayar tebusan kepada para perompak seharusnya tidak perlu dilakukan,” ujarnya, Jakarta, Rabu (20/4).

Menurut Charles, tidak seharusnya rencana itu diumumkan ke publik oleh Menkopolhukam yang membuat seolah-olah pemerintah RI mendukung rencana pembayaran tebusan.

Membayar tebusan kepada kelompok teroris yang melakukan penculikan bukan solusi. Hal ini akan menimbulkan masalah baru di kemudian hari dimana kelompok-kelompok kriminal seperti Abu Sayyaf akan mengulangi kembali aksi perompakan seperti ini terhadap kapal-kapal Indonesia.

“Pemerintah Indonesia seharusnya meningkatkan intensitas upaya-upaya pembebasan sandera melalui negosiasi, operasi intelijen bahkan operasi militer apabila diperlukan,” katanya.

Advertisement

Pemerintah RI harus memberikan tekanan yang lebih besar terhadap pemerintah Filipina agar segera mengijinkan aparat Indonesia untuk melakukan intelligence gathering mengenai keberadaan dan informasi lainnya terkait para sandera dan mempersilakan personil TNI untuk melakukan operasi pembebasan.

Aksi perompakan dan penculikan oleh kelompok Abu Sayyaf terhadap kapal dan warga Indonesia sudah terjadi berkali-kali. Saat ini saja masih ada 14 WNI yang disandera oleh para kriminal ini. Publik sudah lelah dan bosan dengan retorika para pejabat negara.

“Yang ditunggu sekarang adalah langkah konkret pemerintah untuk membebaskan para sandera dan mencari solusi permanen atas masalah perompakan,” katanya.(inilah/data2)