90 Ribu Pejabat Masuk Panama Papers Tak Lapor LHKPN

WOL Ilustrasi

JAKARTA, WOL – Masuknya nama Ketua BPK Harry Azhar Azis, sangat mengejutkan. Ternyata, aset yang tersimpan di negeri tax havens ini, tidak masuk dalam LHKPN. Wow.

Berdasarkan dokumen Panama Papers, Harry tercatat mendirikan Sheng Yue International Limited, perusahaan cangkang di British Virgin Islands (BVI). Anehnya, Harry tidak melaporkan perusahaannya yang di BVI itu, dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), saat dirinya menjabat sebagai Ketua Badan Anggaran DPR periode 2010-2014.

Padahal, kala itu, perusahaan cangkan di BVI milik Harry terlacak masih aktif melakukan transaksi sampai 2015.

Ternyata praktik seperti ini, tidak hanya dilakukan Harry saja. Temuan Forum Indonesia Untuk Transparansi Anggaran (Fitra) menyebut, sekitar 90 ribu pejabat negara di Indonesia melakukan modus yang sama.

“Ada 90 ribu pejabat negara yang tidak memasukkan asetnya itu (Panama Papers) dalam LHKPN. Jika dibandingkan dengan LHKPN milik KPK, maka bisa ketahuan,” papar Peneliti Fitra, Gulfino Che Guevaratto di Jakarta, Kamis (14/4).

Advertisement

Fino, sapaan akrabnya mengatakan, dari 90 ribu nama pejabat tersebut, ada nama-nama pejabat kelas kakap yang termuat Panama Papers.

“Ada keterkaitan, ada pejabat negara yang disebut-sebut terlibat skandal pajak yang masuk daftar Panama Papers, diantaranya Djan Faridz, Rini Soemarno, Oesman Sapta, hingga Rusdi Kirana, termasuk Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Harry Azhar,” ungkapnya.

Fino mengatakan dari sekitar 200 ribu pejabat negara di Indonesia, hanya sekitar 55% yang melapor ke LHKPN, sisanya 45% tidak melapor.(inilah/data1)