Warga Medan Utara Keluhkan Krisis Air Bersih 

WOL Photo

MEDAN, WOL – Krisis air bersih masih menjadi masalah utama yang dihadapi masyarakat di kawasan Medan Utara. Warga yang tinggal di daerah tersebut selalu mengeluhkan masalah yang sama setiap kali anggota DPRD Sumatera Utara melakukan kegiatan reses di tempat itu.

Seperti yang dikeluhkan Tumina Harahap, warga Gudang Garam Lingkungan 29, Kelurahan Pekan Labuhan, Kecamatan Medan Labuhan pada kegiatan reses anggota DPRD Sumut dari Fraksi Nasdem HM Nezar Djoeli.

“Namun sampai sekarang masyarakat di sini (kawasan Gudang Garam, red) tidak pernah menikmati fasilitas air bersih, pak. Sudah berulangkali kami menanyakan hal ini ke Pemko Medan dan Tirtanadi. Tapi sampai sekarang nihil,” katanya, Senin (7/3).

Menanggapi hal itu, Nezar mengatakan bahwa masalah air bersih ini memang menjadi persoalan yang ada di kawasan Medan Utara. Tirtanadi sampai saat ini belum mampu menyediakan fasilitas air bersih untuk kawasan ini. Namun pemerintah telah membuat program Spam Regional bagi warga yang belum mendapatkan fasilitas air bersih.

Dijelaskan Nezar, beberapa waktu lalu pemerintah telah menganggarkan sumur PAM yang berasal dari air bawah tanah. Dan jika ini berhasil, ia meminta agar masyarakat setempat melalui kepala lingkungan (kepling), lurah dan camat mempersiapkan tempatnya yang tidak berbayar.

Advertisement

“Seperti di lokasi mesjid, gereja, kantor lurah atau kantor camat. Di mana saja boleh asal jangan berbayar,” terang Nezar.(wol/cza/data2)

Editor: SASTROY BANGUN