Tgk Ni Ajak Rakyat Bersatu Mendukung Muallem

Ketua KPA/PA Wilayah Pase, Tgk. Zulkarnaini bin Hamzah atau Tgk. Ni. WOL Photo/Chairul Sya'ban.
Iklan

LHOKSEUMAWE, WOL – Ketua Komite Peralihan Aceh dan Partai Aceh (KPA/PA), Tgk. Zulkarnaini bin Hamzah atau Tgk Ni mengajak masyarakat Aceh untuk bersatu membawa Aceh yang lebih maju dengan mendukung Muzakir Manaf sebagai Gubernur Aceh periode 2017 mendatang.

Saat ini kata dia masih ada butir-butir MoU Helsinki yang belum terealisasi oleh Pemerintah Pusat.

“Untuk itu mari sama-sama kita merapat dan bersatu untuk membawa Aceh ke arah yang lebih baik lagi guna tercapainya butir-butir MoU Helsinki. Salah satunya dengan cara mendukung Muzakir Manaf atau Muallem untuk menjadi Gubernur Aceh periode 2017 mendatang,” ajak Tgk Ni saat ditemui Waspada Online di kediamannya Kuta Blang Lhokseumawe, Selasa (29/3).

Menurutnya, Muallem yang merupakan mantan Panglima GAM itu telah banyak mengetahui soal lika-liku perjuangan Aceh. Salah satunya seperti butir-butir MoU Helsinki yang masih banyak belum direalisasi oleh Pemerintah Pusat. Dalam hal ini menurutnya lagi Pemerintah Pusat seakan-akan memancing Aceh dan ragu terhadap Aceh.

Pemerintah Aceh dalam hal ini Gubernur, lanjut Tgk Ni perlu tegas untuk melakukan pendekatan kepada Pemerintah Pusat agar butir-butir MoU Helsinki segera direalisasi. Seperti bendera misalnya, hingga detik ini belum ada kejelasan dari Pemerintah Pusat.

iklan

“Sudah sangat lama rakyat Aceh menunggu, menunggu, dan menunggu. Pemerintah Pusat tampaknya masih ragu untuk Aceh seperti misalnya terhadap bendera bintang bulan, untuk itu saya tegaskan dukungan untuk Muallem agar butir-butir MoU insyaallah dapat diperjuangkan oleh beliau,” tegasnya.

Akan tetapi dirinya tetap menghargai Pemerintah Pusat atau RI di Jakarta, terlebih RI-GAM sudah melakukan perdamaian sejak tahun 2005 silam hingga kini. Yang namun pihaknya tetap saja kecewa terhadap Pusat yang selalu menunda-nunda butir MoU Helsinki, terutama bendera.

Di samping itu, Tgk Ni juga menyayangkan orang Aceh yang telah lama tinggal di luar Aceh justeru kembali ke Aceh untuk mengambil kesempatan maju ke kursi Gubernur maupun Wakil. Secara tegas dirinya menyayangkan hal itu.

“Mengapa orang-orang Aceh ini yang sudah jaya di Aceh justeru pulang ke Aceh untuk mencalonkan diri sebagai kepala daerah? Seharusnya jangan mengambil kekuasaan dulu, atau setidaknya bina kami dulu dan kita bekerjasama. Kemana mereka saat Aceh dilanda konflik? Justeru kami dulu yang begitu sulit perjuangkan Aceh ini,” tegas Tgk Ni.(wol/chai/data1)

Editor: SASTROY BANGUN

Iklan