Remigo Soroti Sinkronisasi Pembangunan Pakpak Bharat dengan Kabupaten Tetangga

WOL Photo
Iklan

SALAK, WOL – Bupati Pakpak Bharat, Remigo Yolando Berutu, MBA, buka secara resmi Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kabupaten 2016, untuk penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Pakpak Bharat Tahun 2017, di Aula Pemkab Pakpak Bharat, Salak, Senin (21/3).

Acara yang diawali dengan tarian “Menabi Page” oleh siswa-siswi SMA Negeri 1 Salak ini, mengangkat tema “Memacu Pembangunan Infrastruktur dan Ekonomi untuk Memacu Daya Saing Daerah.”

Musrenbang direncanakan selama dua hari berturut-turut sampai besok, Selasa, 22 Maret 2016, dengan mengundang nara sumber dari tingkat provinsi, kabupaten dan instansi vertikal.

Adapun tampak yang hadir hadir yakni mewakil Plt Gubernur Sumatera Utara, Kepala Biro Bina Kemasyarakatan dan Sosial, Drs HM Yusuf, MM, Ketua DPRD Kab. Pakpak Bharat, Sonni P. Berutu, STh, Wakil Ketua DPRD bersama jajarannya, Forkopimda Kabupaten Pakpak Bharat, perwakilan Kabupaten tetangga, perwakilan SKPD Provinsi Sumut, para pimpinan SKPD, perwakilan instansi vertikal, para pejabat eselon III dan IV, para kepala desa dan pemuka masyarakat.

Mengawali sambutannya, Bupati Remigo, menyampaikan terima kasih khususnya kepada masyarakat Pakpak Bharat yang telah memberi kepercayaan kembali bersama Wakil Bupati Ir. H. Maju Ilyas Padang, untuk melanjutkan pembangunan.

iklan

“Satu hal yang saya apresiasi adalah situasi kondusif sampai dengan hari ini, termasuk aktivitas pemerintahan yang berjalan normal kembali. Sebab hal ini merupakan jaminan pembangunan kembali berjalan dengan lancar, seperti halnya Musrenbang sebagaimana yang kita harapkan bersama,” tuturnya.

Bupati menekankan bahwa dalam penyusunan RKPD ini dan juga RPJMD berikutnya untuk tidak over optimistis melainkan lebih realistik, dengan mengedepankan Visi-Misi Bupati yang merupakan embrio dari Visi-Misi Kabupaten Pakpak Bharat serta tetap mengacu pada program Nawacita serta SDG’s (Sustainable Development Goal’s) yang dimulai pada tahun 2016 ini sampai dengan tahun 2030 nanti.

“Artinya keselarasan dalam perencanaan merupakan salah satu titik perhatian, termasuk keterbatasan yang ada harus dengan cermat untuk dibijaki. Koreksi saya terhadap proses perencanaan yang lalu adalah masih ada kesan ego sektoral di beberapa satuan kerja, sehingga mengabaikan benang merah untuk sinkronisasi pembangunan di kabupaten ini, termasuk dengan instansi vertical,” ujarnya sembari memberi contoh kasus yang  pernah terjadi.

Bupati juga menyoroti sinkronisasi pembangunan antara Kabupaten Pakpak Bharat dengan kabupaten tetangga yang dalam hal ini juga melibatkan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat karena Pakpak Bharat bersebelahan dengan 2 Kabupaten dan Kota dari Provinsi Aceh yaitu Kabupaten Aceh Singkil dan Kota Subulussalam.

“Terlebih yang menjadi perhatian saya adalah belum terhubungnya kami dengan Kabupaten Humbang Hasundutan melalui Deleng Simpon di Kecamatan STTU Julu, yang selama beberapa tahun sebelumnya saya memimpin, ruas jalan dengan kategori jalan provinsi ini sudah sangat mulus di Kabupaten kami, sementara di sebelah (Humbang Hasundutan, red) tidak ada perubahan sama sekali,” terang Bupati.

Tak lupa Remigo mengutarakan juga pembukaan prasarana jalan yang merupakan ruas alternatif dengan Kabupaten Singkil sejak dibebaskan hutan untuk menjadi jalan pada ruas Lagan – Pagindar dan terhubung dengan ruas Kuta Jungak – Sigalingging yang dapat terhubung dengan Kabupaten Samosir.

“Dan ini jelas sangat menunjang hampir seluruh sektor, apalagi sejak ditetapkannya Danau Toba sebagai salah satu destinasi wisata utama di Indonesia,” sambungnya.

Senada dengan Bupati, Ketua DPRD Kabupaten Pakpak Bharat, Sonni P. Berutu, STh, sangat berharap pembangunan yang berlangsung dapat terlaksana dengan konsisten.

“Sehingga ke depannya agar para penyusun perencanaan di Kabupaten Pakpak Bharat dapat membuat program yang terukur dari sisi aplikasi dan implementasi di lapangan,” sebut Sonni.

Ka. Biro Bina Kemasyarakatan dan Sosial Pemprov Sumut, menyampaikan harapan dan permintaan kepada Bupati Pakpak Bharat untuk sinergitas perencanaan pembangunan.

“Hal ini juga seiring dengan tema Musrenbang tingkat Provinsi Sumatera Utara yaitu Sinergitas Pembangunan Dalam Meningkatkan Daya Saing Di Tingkat ASEAN,” katanya sambil menambahkan bahwa selain poin-poin di dalam Nawacita juga include dengan 3 dimensi dan 4 kondisi perlu.(wol/data2)

Editor: SASTROY BANGUN

Iklan