Pesan KP3 Alabas Untuk Wagub Aceh Muzakir Manaf

Istimewa

MEDAN, WOL – Rencana pemekaran Provinsi Aceh terus bergulir, setelah bertahun-tahun menunggu waktu yang tepat. Apalagi pemekaran ini didasari murni untuk kesejahteraan Aceh kelak di kemudian hari. Demikian dikatakan Ketua Komite Percepatan Pemekaran Provinsi (KP3) Alabas, Armen Deski kepada Waspada Online dalam sebuah perbincangan di Hotel JW Marriot Medan, belum lama ini.

Armen menghimbau kepada seluruh masyarakat Aceh untuk bersatu membangun dan tidak mudah terprovokasi atas komentar-komentar oknum-oknum yang tak menginginkan Aceh maju. Apalagi komentar-komentar itu keluar dari tokoh-tokoh yang duduk di pemerintahan Aceh saat ini.

“Mari kita bersatu, untuk membangun Aceh, jangan mau kita diadu domba. Diharapkan kepada Pemerintah Aceh harus merespon, duduk bersama untuk bermusyawarah. Apalagi saat ini, provinsi Alabas sudah masuk ke dalam rencana strategis nasional. Insya Alah dalam waktu dekat ini provinsi yang kita tunggu akan lahir, tetapi apabila lahir nanti, kita jangan ribut dan sampai bermusuhan. karena provinsi baru ini tetap memakai nama Aceh,” harapnya.

Armen menegaskan, selaku Ketua KP3 Alabas Pusat, dirinya optimis bulan delapan ini PP Alabas sudah rampung dan disahkan. Tentang letak ibukota provinsi, Armen menyerahkan sepenuhnya kepada tim dari pusat yang akan turun, jangan sampai hanya gara-gara letak ibukota provinsi, akan timbul masalah baru di kemudian hari. Dimanapun letak ibukota provinsi baru, itu pulang kembali kepada tim tersebut. “Yang penting provinsi baru ini berdiri,” ujar Armen.

Armen berpesan kepada Wakil Gubernur Aceh Muzakir Manaf, selaku seorang pejabat publik, agar menampung segala aspirasi dan keluh kesah masyarakat Aceh. Mengingat pernyataan Muzakir beberapa waktu lalu yang mengatakan “jangan bangunkan harimau tidur” tidaklah pernyataan yang bijak.

Advertisement

“Tolong dengar dan tampung aspirasi kami selaku masyarakat Alabas, jangan dengan mengatakan, “jangan bangunkan harimau tidur” itu bukan jawaban dari seorang pemimpin. Dan bisa saja selama ini, dia lagi tidur dan tidak tahu akan aspirasi masyarakat ini. Sekarang saatnya bangun dan dengar aspirasi kami,” minta Armen.

Armen juga mengimbau Gubernur Aceh, Wakil Gubernur, dan pimpinan DPR Aceh, untuk dapat menerima dan mendengarkan aspirasi masyarakat. “Jangan dibiarkan berlama-lama, karena nanti dapat menyebabkan perpisahan ini secara tidak baik. Hari ini Alabas jadi penentu siapa bakal calon Gubernur Aceh yang akan datang. Siapa yang mendukung Ala dan Abas, dia yang akan menjadi pemenang. Alabas mempunyai 1,4 juta pemilih, apa lagi untuk Ala, Insya Allah dengan apa yang dikatakan dirinya untuk calon gubernur yang dipilih, masyarakat masih mendengarkannya,” kata Armen lagi.

Lanjut Armen, 3000 anggota GAM, akan kalah dengan masyarakat yang ada di Alabas, dirinya sendiri yang akan mengkoordinir puluhan ribu massa untuk nantinya melawan GAM.

Armen berkeyakinan, tahun ini PP Provinsi Alabas akan disahkan, dan provinsi baru akan terwujud. Bila pemerintah pusat menolak PP tersebut, dirinya beserta masyarakat Alabas, menjamin akan memboikot Pilkada 2017 ini. “Alabas tidak ada tawar menawar lagi dan Provinsi Alabas harga mati,” tegas Armen. (wol/ags/kdf/data1)