Pemisahan Ibu dan Bayi Pengaruhi Psikologi

foto: Waspada
Iklan

TANJUNGBALAI, WOL – Meski sudah hampir tujuh bulan ditangani Polres Tanjungbalai, kasus penjualan bayi dari keluarga miskin belum juga sampai ke persidangan.    Lambatnya proses hukum itu telah memisahkan Poppi Enjelina br Sembiring dan bayinya.

Hal ini berdampak buruk terhadap psikologi bayi yang tidak pernah merasakan kasih sayang dari ibu kandungnya sejak lahir. Dokter spesialis anak RSUD Kisaran, dr Alfian Nasution SpA, mengatakan pemisahan ibu dan bayi dengan alasan apapun akan mempengaruhi psikologi orangtua dan anak tersebut.

“Yang paling perlu diperhatikan adalah rasa kasih sayang yang dibutuhkan bayi tersebut dari ibunya. Rasa kasih sayang itu akan luntur karena anak terpisah dari orang tuanya sejak lahir,” ujar Alfian baru-baru ini.

Menurut Alfian, bayi yang dititipkan di panti asuhan dan dipisahkan dari orang tua kandungnya, tidak bisa menikmati ASI. Hal ini mengancam pertumbuhan dan kesehatan bayi.  Alfian menegaskan makanan paling baik dan sempurna bagi bayi adalah Air Susu Ibu (ASI). ASI memang bisa digantikan dengan susu formula (produksi pabrik), namun kesehatan bayi ini harus ekstra diperhatikan, baik itu asupan gizi dan imunisasinya.

“Bayi yang baru dilahirkan tentu rentan dengan penyakit. Hingga saat ini, belum ada yang bisa menandingi ASI, sehingga sangat penting dalam pertumbuhan dan kesehatan bayi,” jelas Alfian.

iklan

Sementara itu, pernyataan Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Tanjungbalai terkait penitipan bayi Poppi ke panti asuhan dinilai membingungkan. Pasalnya, pihak KPAID menyatakan status bayi masih dalam sengketa dan menunggu putusan pengadilan untuk menentukan pihak yang berhak mengasuh anak tersebut. Padahal, bayi tersebut merupakan korban perdagangan anak yang dirampas dari ibu kandungnya.

Sebelumnya, Lian Rangkuti menyatakan KPAID Kota Tanjungbalai membutuhkan surat pernyataan tidak menuntut dari pembeli bayi. Alasannya, surat pernyataan itu sebagai syarat untuk mengembalikan bayi Poppi Enjelina br Sembiring ke pengasuhan ibu kandungnya. Lian mengaku khawatir jika bayi diserahkan, maka pihak pembeli akan menuntut KPAID.(wol/aa/waspada)

Editor: AUSTIN TUMENGKOL

Iklan