Lagi Servis, Perampok Bawa Kabur Yamaha Vixion

Mekanik bengkel Teguh Jaya Motor yang sedang diuji coba sepeda motor milik konsumen lewong disikat penjahat. (WOL. Photo/gacok)
Iklan

MEDAN, WOL – Aksi kejahatan terkesan subur di Kota Medan. Sepeda motor Yamaha Vixion BK 6021 ADU milik Agus Siswanto alias Agus (35) yang tengah diuji oleh mekanik yang bekerja di bengkel Teguh Jaya Motor raib dibawa kawana perampok, Jalan Setia Budi, Tanjung Rejo.

Akibatnya, korban bersama rekannya terpaksa mendatangi Polsek Sunggal untuk membuat laporan pengaduan, Rabu (9/3).

“Aku membawa sepeda motor ke bengkel untuk servis kabulator, ganti mangkok stang dan tali klos yang tengah ditangani mekanik bernama Edi Kostrawan Lumbangaol (20) warga Jalan Letjen Jamin Ginting Medan. Pas dicoba keretaku dibawa kabur perampok,” terang korban Agus kepada Waspada Online di SPKT Polsek Sunggal.

Dikatakan Agus didampingi temannya, pihaknya sedikit heran sepeda motor hilang dan pemilik bengkel terlihat macamnya tidak bertanggung jawab. Sementara itu, kendaraannya  diambil dua pelaku sewaktu motor itu dibawa oleh mekanik bengkel tersebut.

Dari pengakuan Lumbangaol (mekanik bengkel), dirinya menangani sepeda motor yang hilang tersebut. Awalnya, ia mengetes sepeda motor yang tengah servis dengan membawa kendaraan tersebut berkeliling di dekat bengkel. Tiba-tiba dirinya disuruh berhenti oleh dua pelaku mengendarai Honda Vario.

iklan

“Kukira mereka mau memperbaiki sepeda motor, seorang pelaku mendekati sambil menuduh aku mengambil handphone adiknya. Selanjutnya, pelaku meminjam sepeda motor yang aku tunggangi dengan alasan menjemput adiknya untuk dibawa menemui aku,” terangnya.

Diungkapkan, saat di perjalanan bersama kedua pelaku, tiba-tiba salah satu pelaku menghardiknya  langsung membawa kabur kendaraan pelanggannya.

“Karena kereta itu telah dibawa kabur, aku pun melaporkannya ke bos. Pemiliknya minta ganti rugi,” ungkap yang tak menyangka kendaraan yang sedang diservisnya itu dibawa kabur pelaku.

Sementara itu, petugas SPKT Polsek Medan Sunggal menganjurkan kepada korban agar melengkapi surat-surat yang lengkap berupa fotokopi STNK dan BPKB kendaraan. Setelah itu membuat laporannya ke Polsek.(wol/gacok/data1)

Editor: SASTROY BANGUN

Iklan