Daerah Ini Dilarang Berdiri Papan Reklame

WOL Photo

MEDAN, WOL – Setiap masyarakat Kota Medan mendambakan pemimpin yang tegas, tidak mudah terhasut dan membela kepentingan rakyat. Di mana setiap produk aturan yang sudah diterbitkan dijalankan sebagaimana mestinya.

Bangun, salah seorang warga Kecamatan Medan Helvetia mengaku berharap Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin, tegas menerapkan Peraturan Wali Kota (Perwal) nomor 19 tahun 2015 tentang zonasi papan reklame yang sudah Ia keluarkan.

“Yang saya baca di media massa, ada 14 ruas jalan yang dilarang berdiri papan reklame. Tapi kenyataannya, yang ditumbangkan itu muncul lagi,” herannya, menjawab pertanyaan Waspada Online soal ketegasan Eldin memimpin Kota Medan, Kamis (3/2).

Ditambahkannya, Perwal nomor 17 tahun 2014 Tentang Peralihan dari Dinas Pertamanan ke Dinas TRTB merupakan bentuk keseriusan Pemko Medan dan DPRD Medan sebagai lembaga penggodok peraturan. Akan tetapi mengapa Wali Kota Medan terkesan menutup mata dengan aturan yang telah disepakati tersebut.

“Lagi-lagi dari media yang saya tahu, tim penegakan Perda Nomor 11 Tahun 2011 tentang pajak reklame sudah dibentuk. Dan anggaran penertibannya juga sudah disahkan oleh DPRD Medan. Tapi kenapa melempem. Ada apa ini,” herannya.

Advertisement

Lemahnya Pemerintah Kota Medan menegakkan aturannya sendiri telah mendapat respon beragam dari kalangan politikus Medan. Dari yang menyebutkan Dzulmi Eldin banci, inkonsisten, sehingga akan mengajukan hak interpelasi atas kepemimpinannya. Namun, kritikan-kritikan tajam yang dilayangkan, seolah-olah membuat Eldin tak bergeming sampai dengan saat ini.

Berikut Waspada Online menuliskan 14 titik jalan di Kota Medan yang dilarang berdiri papan reklame karena dianggap mengurangi estetika kota.

1. Jalan Jenderal Sudirman
2. Jalan Kapten Maulana Lubis
3. Jalan Diponegoro
4. Jalan Imam Bonjol
5. Jalan Walikota
6. Jalan Pengadilan
7. Jalan Kejaksaan
8. Jalan Suprapto
9. Jalan Balai Kota
10. Jalan Pulo Pinang
11. Jalan Bukit Barisan
12. Jalan Stasiun
13. Jalan Raden Saleh
14. Jalan Putri Hijau.(wol/mrz/data1)

Editor: SASTROY BANGUN