Waspadai Banjir Hingga Akhir Februari

WOL Photo

MEDAN, WOL – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan, Hana Lore Simanjuntak, menyebutkan, tidak ada korban jiwa yang disebabkan banjir pasca hujan yang terus mengguyur Kota Medan sekitarnya beberapa hari yang lalu.

“Korban jiwa tidak ada, tapi kerugian materi yang banyak. Kita (BPBD) masih menunggu data yang akan diserahkan pihak camat dan lurah,” ungkapnya kepada Waspada Online, Jumat (12/2).

Dijelaskan, berdasarkan peringatan dini yang diterima pihaknya dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah I Medan, pertengahan Februari hingga akhir potensi curah hujan meningkat. Maka dari itu, informasi ini diteruskan ke camat dan lurah, agar diteruskan ke masyarakat sebagai langkah antisipasi sejak dini.

“Kita juga sudah memperingati para camat dan lurah untuk waspada banjir, kemarau dan angin puting beliung yang berpotensi terjadi,” sambungnya.

Lebih jauh Hana menambahkan, jika curah hujan terjadi secara merata di Kota Medan, hampir semua di Kota Medan terjadi titik genangan. Genangan air tersebut disebabkan parit dan sungai tidak mampu menampung luapan debit air.

Advertisement

“Kita juga sudah berkoordinasi dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait untuk mengatasi permasalahan tersebut. Untuk masalah ini, kami menyarankan ke SKPD terkait agar melakukan pengerukan parit terlebih dahulu. Selanjutnya baru dilakukan normalisasi sungai,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahuu, sejak Minggu (7/2) malam lalu, hujan yang mengguyur wilayan Indonesia, khususnya Medan dan Sumatera Utara, dan Aceh telah mengakibatkan banjir dan luapan sungai di berbagai wilayah.

Di Medan, selain pemukiman warga pinggir sungai seperti Kampung Aur dan Sei Mati, jalanan utama Kota Medan juga tak luput dari dampak banjir.

Demikian juga dengan wilayah Binjai, Langkat. Banjir tak dapat dihindari dengan ketinggian hingga 2 meter. Sama halnya dengan beberapa kawasan di Aceh Tamiang dan Aceh Utara. Banjir yang menenggelamkan ribuan rumah warga pun terjadi. Masyarakat terpaksa mengungsi karena rumah mereka disapu luapan air sungai akibat hujan lebat yang melanda sepanjang hari.(wol/mrz/cza/data2)

Editor: Agus Utama