Tak Periksa Maruli, Jaksa Agung Dianggap Ketakutan

foto: antara
Iklan
Agregasi
Agregasi

 

JAKARTA – Gubernur nonaktif Sumatera Utara, Gatot Pujo Nugroho, dalam persidangan di Pengadilan Tipikor mengatakan bahwa mantan Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung Maruli Hutagalung menerima aliran dana sebesar Rp500 juta.

Pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI), Muhammad Budyatna, menilai Jaksa Agung HM Prasetyo enggan memeriksa Maruli karena takut keterangannya akan merembet ke pihak lain.

“Biasalah, punya kepentingan, kalau diperiksa bisa merembet ke yang lain,” sindir Budyatna dalam keterangannya kepada Okezone, di Jakarta, Kamis (11/2/2016).

Kalau Jaksa Agung bersih, lanjutnya, seharusnya dia berani memeriksa orang dalam di Kejagung yang diduga melanggar sumpah jabatannya.

iklan

“Sekarang bergantung jujur-tidaknya pimpinan. Kalau saya Jaksa Agung, saya panggil, saya ‘jewer’. Kalau memang dia bersih,” kata Budyatna.

Sebelumnya, Gatot mengetahui Maruli selaku Dirdik Jampidsus Kejagung dari surat panggilan permintaan keterangan yang diterima Kepala Biro Keuangan Pemprov Sumut Ahmad Fuad Lubis dan Plh Sekda Provinsi Sumut Sabrina. Pada surat panggilan itu, Maruli yang menandatangani surat tersebut.

Lantas Gatot menceritakan saat dirinya turut diperiksa oleh Jamwas Kejagung. Ketika diperiksa, Gatot mengatakan juga menyampaikan hal yang sama tentang adanya pemberian uang ke Maruli usai mendapat laporan dari OC Kaligis.

“Saat saya diperiksa ke Jamwas saya sampaikan seperti itu, ada pemberian uang ke Maruli,” terangnya.

Penasaran mengenai jumlah yang diberikan oleh OC Kaligis ke salah satu pejabat di lingkungan Korps Adhyaksa itu, Ketua Majelis Hakim Sinung Hermawan mengonfirmasi hal itu ke Gatot.

“Berapa nilai (uang) ke Maruli?” tanya Hakim Sinung.

“Rp500 juta seingat saya,” jawab Gatot singkat.

Iklan