Reaksi Ketua DPD Disebut Tak Efektif oleh Cak Imin

Ilustrasi (foto: Ist)
Agregasi
Agregasi

 

JAKARTA – Ketua DPD RI Irman Gusman angkat bicara terkait pernyataan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar yang menyebut DPD tak efektif. Termasuk dalam hasil Mukernas PKB yang menyatakan DPD sebaiknya dibubarkan jika kewenangan dan tugas pokoknya masih seperti yang tertuang dalam UUD 1945.

Menurut Irman, sehari sebelum Muhaimin melontarkan pernyataan tersebut di Mukernas PKB, telah bertemu dengan dirinya. Adapun maksud pria yang akrab disapa Cak Imin adalah bukan tidak efektif dalam artian yang sesungguhnya.

Melainkan, sambung Irman, Cak Imin menginginkan fungsi DPD yang optimal dan tidak nanggung kewenangannya. “Apa yang dimaksud statemen (pernyataan) beliau (Cak Imin), DPD yang seperti sekarang yang nanggung kewenangannya,” ujarnya kepada Okezone, Senin (8/2/2016).

Menurut Irman, PKB di bawah naungan Cak Imin ingin mendorong perbaikan sistem ketatanegaraan, dan salah satunya dengan membenahi sistem parlemen, mulai dari bagaimana membenahi hubungan DPD dengan DPR dan pemerintah, maupun masyarakat.

Advertisement

“Itu sebetulnya PKB ingin mendorong dan memperhatikan soal perbaikan sistem ketatanegaraan di Indonesia,” ujarnya.

Hal seperti itu di negara besar seperti Indonesia dengan keberagaman kultur etnis budaya, agama, serta untuk menciptakan pembangunan yang merata memang diperlukan DPD yang memiliki fungsi optimal. Adapun upaya yang bisa dilakukan untuk perkuat DPD dengan mengamandemen UUD 1945.

Kewenangan DPD, kata Irman, memang terus mengalami pembenahan, terlihat dari putusan Mahkamah Konstitusi dalam uji materiil Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPRD, DPD (UU MD3). Di mana putusannya mengabulkan kewenangan DPD dalam mengambil keputusan bersama-sama dengan DPR dan Presiden. Lalu kewenangan dalam menyusun anggaran dan kegiatan dibahas bersama antara DPR dan Presiden.