Proyek Kereta Cepat Lukai Daearh Non Jawa

liputan6.static6.com
Iklan

JAKARTA, WOL – Pembangunan Kereta Api Cepat (KAC) Jakarta-Bandung yang sudah diletakan batu pertama oleh Presiden Jokowi pada tanggal 21 Januari 2016 dinilai telah melukai Indonesia Timur. Hal ini dikarenakan pembangunan yang dilakukan pemerintah lebih terpusat pada Pulau Jawa dan melupakan daerah non-Jawa.

“Indonesia Timur adalah pihak yang paling terluka dengan diadakannya proyek pembangunan Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung,” Hal ini disampaikan Fahri Hamzah ketika menjadi Keynote Speaker dalam diskusi publik yang berjudul ‘Stop Rencana Pembangunan KAC Jakarta-Bandung’ yang berlangsung di Operation Room, Gedung Nusantara DPR-RI Selasa (2/2).

Penyusunan rencana pembangunan KAC ditengarai melanggar prinsip tata kelola dan pronsip kehati-hatian penyelenggaraan negara yang baik, karena proposal dari China dibuat dalam waktu 3 bulan dan keputusan pemerintah RI diambil dalam waktu 1-2 bulan serta tanpa melibatkan DPR.

Pembangunan KAC juga ditengarai berdasarkan aspek bisnis dibanding pembangunan yang berorientasi pada kepentingan rakyat. Fahri juga meminta agar Presiden Jokowi kembali pada cita-cita yang dikampanyekan saat pemilihan presiden.

“Harusnya dalam perspektif konstitusional, Jokowi bisa lebih mengacu pada pasal 33 UUD 1945. Selain itu tugas BUMN adalah untuk menyebarkan kesejahteraan bagi rakyat Indonesia, bukan untuk berbisnis.” ungkap Fahri yang juga Wakil Ketua DPR Korkesra.(hls/data1)

iklan
Iklan