Pledoi Gatot: Di Luar Kontrol Saya dan Insiatif Sisca

foto: detik.com
Iklan
Agregasi
Agregasi

 

JAKARTA, WOL – Gubernur Sumatera Utara non-aktif, Gatot Pujo Nugroho dan istri mudanya, Evy Susanti membacakan nota pembelaan atau pledoi atas kasus dugaan suap kepada Hakim PTUN Medan dan kepada mantan Sekjen Partai Nasdem, Patrice Rio Capella selaku Anggota Komisi III DPR di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (24/2)

Gatot membacakan pledoi dirinya lebih dulu. Intinya dia mengatakan bahwa suap di luar kontrol pasangan suami istri tersebut dan adanya insiatif Sisca.

Menurut dia, kasus yang menjerat dirinya dan sang istri berawal dari pemanggilan dua stafnya, Kepala Biro Keuangan Provinsi Sumut, Ahmad Fuad Lubis dan Plh Sekda Provinsi Sumut, Sabrina oleh Kejaksaan Agung.

Dari situ, Gatot meminta kedua anak buahnya memenuhi panggilan Kejagung dengan didampingi pengacara pribadinya, OC Kaligis. Namun, setelah memenuhi panggilan, OC Kaligis, kata Gatot ingin menguji kewenangan surat panggilan tersebut ke Pengadilan Tata Usaha Negera (PTUN) Medan.

iklan

“Ternyata ada juga permintaan OC Kaligis terhadap dua staf saya, itu di luar sepengetahuan saya. Rencana gugatan terhadap pemanggilan, itu di luar sepengetahuan kami,” kata Gatot di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (24/2/2016).

Seiring berjalannya waktu, proses tersebut terus berjalan berbarengan dengan upaya islah Gatot dengan wakilnya saat itu yang kini menjadi Plt Gubernur Sumut, Tengku Erry Nuradi. Hingga akhirnya ada Operasi Tangkap Tangan (OTT) atas pemberian sejumlah uang yang dilakukan OC Kaligis dan M. Yagari Bhastara alias Gary ke Hakim dan Panitera PTUN Medan.

“Dengan dakwaan pemberian uang kepada hakim, itu semua di luar kontrol dan kuasa kami atas apa yang dilakukan penasehat hukum kami bapak OCK. Karena bapak OCK selalu minta di luar fee yang disepakati,” ungkap Gatot.

Lebih lanjut, Gatot juga menyampaikan bahwa uang Rp200 juta kepada Rio Capella diluar inisiatif dirinya dan Evy. Menurut dia, pemberian uang tersebut merupakan permintaan dari Fransisca Insani Rahesti alias Sisca yang juga teman kuliah Rio Capella di Universitas Brawijaya, Malang.

“Kami ingin sampaikan pada majelis hakim bahwa semua bukan dari inisiatif kami atau istri kami. Tapi fakta persidangan terungkap semua karena permintaan saudara Sisca terhadap istri saya,” tuturnya.

“Kira-kira itulah sedikit klarifikssi peristiwa yang akhirnya jadi peristiwa hukum yang menyebabkan saya jadi terdakwa dalam posisi sekarang ini,” imbuh Gatot.(hls/data2)

Iklan