Pengusaha Dukung Kebijakan Kantong Plastik Berbayar

foto: oomph.co.id

JAKARTA, WOL – Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) mendukung upaya pemerintah mengurangi limbah plastik melalui kebijakan kantong plastik berbayar bagi konsumen. Melalui kebijakan ini, pihaknya berharap, masyarakat bisa lebih bijak dalam menggunakan kantong plastik.

Aprindo mengusulkan selama masa sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat harga jual kantong plastik berbayar adalah sebesar Rp 200 per kantong (termasuk PPN). Ini merupakan harga yang disubsidi oleh peritel agar tidak memberatkan konsumen.

“Ketika hendak berbelanja, konsumen disarankan membawa tas belanja sendiri atau akan diminta membeli kantong plastik maupun tas belanja yang dapat dipakai berulang (reuseable) di toko-toko anggota kami,” imbuh Roy Mandey, Ketua Umum Aprindo dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu (14/2).

Peritel juga akan membantu pemerintah mensosialisasikan terlebih dahulu dan mengedukasi masyarakat melalui berbagai media serta melakukan pemasangan poster di toko agar konsumen mengerti dampak negatif limbah plastik bagi lingkungan.

Apabila kebijakan ini berhasil diterapkan, beban peritel dari pembelian kantong plastik dapat dialokasikan untuk dana CSR peritel modern bagi lingkungan. Karena itu, pemerintah diharapkan memberikan keleluasaan kepada pengusaha ritel dalam menentukan harga jual kantong plastik dan mengatur mekanismenya.‎

Advertisement

Data Nielsen 2015 menyebutkan, market share dari industri ritel-toko swalayan (minimarket, supermarket, hipermarket, dan perkulakan) di Indonesia hanya sebesar 26,0 persen sedangkan ritel pasar rakyat mencapai 74,0 persen. Artinya, kebijakan ini hanya akan berhasil jika semua peritel baik toko swalayan maupun pasar rakyat menerapkan kebijakan kantong plastik berbayar secara simultan.

“Pemerintah sudah berinisiatif membuatkan aturan, pengusaha memberikan dukungan dan menjalankannya dengan harapan respons masyarakat juga positif. Kami ritel modern siap menjadi pilot project kebijakan ini,” pungkas Roy.(mtn/data2)