Pengungsi Sinabung Hanya Makan Nasi Putih

Waspada
Iklan

KARO, WOL – Seratusan pengungsi Sinabung asal Desa Sukanalu Teran, Kecamatan Naman Teran, yang selama ini mengungsi di Gedung Serbaguna KNPI Kabanjahe, mendatangi kantor DPRD Karo, Senin (22/2) kemarin.

Kehadiran pengungsi yang terdiri atas kaum ibu, bapak bersama puluhan anak-anaknya ini untuk mempertanyakan status mereka sebagai pengungsi. Sebab, sudah hampir satu bulan lebih mereka tidak lagi mendapatkan pasokan logistik berupa lauk-pauk.

Akibatnya, pengungsi hanya memakan nasi putih yang dimasak dari beras Bulog. Kondisi ini diduga sebagai penyebab beberapa pengungsi mengalami gangguan pencernaan karena hanya mengonsumsi nasi putih tanpa lauk-pauk.

Kedatangan para pengungsi disambut Wakil Ketua DPRD Karo Efendi Sinukaban dan anggota DPRD Ferianta Purba, Raja Mahesa Tarigan, M Rafi Ginting, Jun Adi Arif Bangun dan Onasis Sitepu. Ada pula Sekretaris Daerah Pemda Karo Saberina Tarigan, Kepala BPBD Karo Matius Sembiring, Kadis Sosial dan Tenaga Kerja Almina Bangun serta Sekretaris Diknas Karo Amrin Sinulingga.

Para pengungsi mempertanyakan tentang ketidaktersediaan logistik berupa lauk-pauk, pencatutan nama dalam program keluarga harapan tidak merata, tersendatnya penyaluran dana bantuan dari Kartu Pintar. Lina Br Sitepu dan Br Ginting, perwakilam warga, mengungkapkan keinginannya untuk pulang kampung.

iklan

“Lebih baik mati ditimpa Sinabung ketimbang mati kelaparan di pengungsian. Sudah satu bulan terakhir kebutuhan dasar tidak diperhatikan pemerintah lagi. Anak-anak yang sakit perut karena hanya beras bulog,” ujarnya.

Kepala BPBD Karo, Matius Sembiring, menyebutkan tersendatnya bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang berbentuk Dana Siap Pakai (DSP) ke Karo, karena pimpinan belum menandatangani laporan pertanggungjawaban. Akibatnya, dana membeli kebutuhan logistik bagi sembilan posko pengungsi belum tercukupi.

Kebutuhan logistik berupa lauk-pauk hingga Minggu (21/ 2) sudah disalurkan, tetapi kurang lengkap memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kadis Sosial dan Tenaga Kerja, Almina Bangun, menyebutkan pihaknya sudah mengirim permohonan bantuan ke Dinas Sosial Sumut.

Menyikapi pertanyaan pengungsi mengenai bantuan dari Kementerian Sosial dalam Program Keluarga Harapan (PKH), Kadis Sosial dan Tenaga Kerja T Karo menyebutkan kriteria penerima PKH adalah Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM) yang memiliki ibu hamil atau anak balita yang butuh pemeriksaan kesehatan ke lembaga pelayanan kesehatan dasar (puskesmas, posyandu, dan lainnya).

Begitu pula kepada balita yang membutuhkan kecukupan gizi di samping anak usia sekolah atau prasekolah yang belum menyelesaikan pendidikan dasarnya. Sekretaris Diknas Karo, Amrin Sinulingga, mengatakan pihaknya akan melakukan pendampingan terhadap anak pengungsi dalam aktivitasnya di sekolah. Tujuannya agar mereka tetap semangat untuk sekolah.(wol/aa/waspada/data1)
Editor: AUSTIN TUMENGKOL

Iklan