Pembangkit Listrik Berbasis Sampah Akan Dibangun di Medan

WOL Photo
Iklan

MEDAN, WOL – Wacana pemerintah pusat membangun pembangkit listrik berbasis sampah disambut baik Pemerintah Kota Medan, dalam hal ini Dinas Kebersihan. Meskipun kota terbesar ketiga di Indonesia ini tidak masuk dalam pilot project program, menurut Kepala Dinas Kebersihan Kota Medan, Endar Sutan Lubis tidak ada masalah. Pasalnya Pemko Medan sudah menjalin kerjasama dengan pihak swasta untuk mengelola sampah menjadi sumber energi listrik.

“Saya baru tahu dari Dinda kalau pemerintah pusat ada program membangun pembangkit listrik berbasis sampah di tujuh kota tak termasuk Kota Medan. Tapi gak ada masalah untuk itu. Karena jauh hari kita sudah buat kerjasama dengan pihak swasta,” ungkapnya kepada Waspada Online, Selasa (9/2).

Lebih lanjut dijelaskan Endar, saat ini program tersebut masih dalam proses perizinan. Sementara untuk kebutuhan bahan baku pembangkit listriknya sendiri, Pemko Medan tidak ada kendala. Karena produksi sampah yang dihasilkan, satu harinya mencapai 2000 ton per hari.

“Kalau bahan baku yang akan diolah menjadi energi, kita tidak kekurangan. Karena satu hari produksi sampah kita 2000 ton per hari. Jadi gak ada kendala soal itu. Hanya proses pembangunannya saja belum berjalan,” tegasnya.

Untuk diketahui, guna memenuhi pasokan listrik tanah air, pemerintah pusat menetapkan tujuh kota sebagai pilot project pembangkit listrik berbasis sampah. Kota-kota tersebut yakni Jakarta, Bandung, Tangerang, Semarang, Surabaya, Solo dan Makassar.

iklan

“Dari tujuh kota tersebut memang ada kota-kota besar, kota besar itu biasanya produksi sampahnya di atas 1000 ton per hari, sedangkan Solo itu di bawah. Kenapa Solo dimasukkan, supaya ini menjadi pilot project buat kota-kota menengah yang produksi sampahnya di satu kota itu 200-250 ton per hari dan diharapkan bekerja sama dengan tempat sekeliling dari kota tersebut,” kata Sekretaris Kabinet, Pramono Anung, usai rapat terbatas, di kantor Kepresidenan, Jakarta, Jumat (5/2) lalu.

Di sisi lain, pada November tahun lalu, Penjabat Wali kota Medan, Randiman Tarigan, mendukung penuh PT Agro Mulia Abadi (AMA) sebagai pihak ke tiga yang menyediakan fasilitas fisik untuk program pembangkit listrik berbasis sampah tersebut.

Selain mampu mengatasi persoalan persampahan, energi listrik yang dihasilkan juga mencapai 30 MW sehingga mampu membantu mengatasi kekurangan energi listrik yang selama ini terjadi di ibukota Provinsi Sumatera Utara ini.

Sekretaris DPRD Sumut ini meminta kepada SKPD terkait untuk membantu percepatan perizinan yang di ajukan PT AMA. “Jangan sampai ada masalah pada perizinan. Program ini harus di dukung. Karena sangat membantu pasokan listrik ke kota kita,” tandasnya kala itu. (wol/mrz/data1)

Editor: SASTROY BANGUN

Iklan