Minta Tebusan Rp1 M, Dua Penculik Kena Tembak

foto: Waspada
Iklan

LHOKSEUMAWE, WOL – Dua dari empat pelaku penculikan bersenjata api tewas setelah terjadi baku tembak sekira 15 menit dengan aparat kepolisian di kawasan Lapang Barat, Kecamatan Gandapura, Bireuen, Senin (1/2).

Keduanya, Barmawi (warga Paloh Lada, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara) dan Ismuharuddin asal Kecamatan Nisam Antara, Aceh Utara. Masing-masing menggunakan senjata api jenis senapan serbu 1 (SS1) dan pistol FN dengan empat magazine terisi peluru penuh.

Direktur Dit Reskrimum Polda Aceh, Kombes Pol Nurfallah, menceritakan awal kasus bermula empat pelaku menculik Sekretaris ULP Barang/Jasa Kantor Gubernur Aceh, Kamal Basri, tidak jauh dari rumahnya saat pulang kerja, 28 Januari lalu.

“Informasi dari korban (Kamal Basri) yang telah diselamatkan, dia diculik 28 Januari malam hari sekira 300 meter dari rumahnya di Simpang Surabaya, Banda Aceh. Keempat pelaku mengaku kelompok sakit hati karena tidak mendapat proyek,” ujar Nurfallah.
Korban kemudian dibawa pelaku ke pedalaman Aceh Utara, tepatnya di Kecamatan Nisam Antara dan dimintai tebusan Rp1 miliar kepada keluarga korban.

“Pelaku kita kejar sampai Nisam Antara. Dalam negosiasi dengan keluarga korban pelaku minta tebusan Rp1 milar. Kemudian oleh polisi direncanakan untuk dipenuhi Rp700 juta,” kata Kombes Nurfallah.

iklan

Paginya, para pelaku sempat berada di pusat Kota Lhokseumawe daerah SPBU. Mengingat itu tempat keramaian polisi yang menyamar dengan ambulan tidak melakukan tindakan, lalu pelaku mengarah ke Bireuen menggunakan minibus BL 128.

Melewati perbatasan Aceh Utara dan Bireuen di kawasan Geurugok tepatnya Desa Blang Keude, Kecamatan Gandapura, mobil pelaku hendak berbalik arah ke Lhokseumawe setelah mereka sadar dibuntuti polisi.

“Saat hendak berbalik arah ke Lhokseumawe lagi bahkan sempat menabrak sepedamotor masyarakat. Begitu juga ketika hendak diamankan mereka melawan bahkan melepaskan tembakan, sehingga terjadi baku tembak sekira 15 menit. Akibatnya satu meninggal di tempat dan satu meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit,” sebut Nurfallah.(wol/waspada/data2)

 

Editor: AUSTIN TUMENGKOL

Iklan