Makanan Sehat Ini Sebenarnya Tidak Sehat

foto: lifehack.org

WOL – Industri dalam bidang makanan dengan beragam cara pemasarannya seringkali membuat kita menjadi kurang teliti apalagi bila makanan tersebut digadang-gadang secara meyakinkan sebagai makanan sehat.

Padahal apabila kita mau lebih teliti sedikit, ada beberapa hal yang membuat makanan tersebut menjadi tidak sehat apakah itu karena bahan-bahan tambahan yang dikandungnya maupun pengurangan gizi di dalamnya akibat proses pembuatannya.

Kita mungkin merasa telah memakan makanan sehat karena lebih memilih salad daripada burger. Salad yang segar memang menyehatkan, tetapi tidak begitu dengan saus dan bahan tambahan lainnya. Di dunia modern ini banyak yang mengklaim produknya sehat atau menyehatkan, padahal belum tentu seperti itu.

Bisa saja memang bahan dasarnya ketika belum diolah merupakan makanan sehat, tetapi ketika sudah diolah dan diberi bahan tambahan, makanan yang diklaim sehat tersebut menjadi tidak sehat lagi. Lagi-lagi ketelitian kita sebagai konsumen dituntut agar lebih jeli.

Berikut adalah 10 makanan sehat yang sebenarnya tidak sehat.

Advertisement

1. Jus
Jus dalam kemasan memang sangat praktis dan tanpa sadar kita membelinya karena yakin bahwa meminumnya adalah baik untuk kesehatan. Selama jus dicampur dengan bahan lain seperti air, gula, pewarna makanan, dan bahan-bahan lainnya; kandungan buah dalam jus tersebut sebenarnya tidak mencapai 100%. Alih-alih meminum makanan sehat, yang ada malah kita terkena diabetes akibat berlebihan meminumnya. Apabila ingin memperoleh manfaat dari buah, sebaiknya makanlah langsung buah tersebut. Selain bermanfaat bagi kesehatan, memakan buah langsung dapat memberi perasaan lebih puas daripada meminum jus.

2. Salad
Salad buatan sendiri dan salad yang dipesan di restoran tentunya berbeda. Apabila membuat salad sendiri di rumah, kita dapat mengetahui persis kesegarannya dan bahan apa saja yang kita masukan sebagai tambahan dan sausnya. Sementara itu, beberapa restoran sering menyajikan salad dengan saus kaya lemak dan gula serta menambahkan bahan-bahan seperti kacang atau buah bersalut gula dan crouton (potongan roti goreng). Hal ini tentu membuat salad yang harusnya sehat menjadi tidak sehat. Agar terhindar dari “jebakan” salad di restoran, kita sebaiknya membuat salad sendiri dengan mencampurkan saus rendah gula ke dalam selada dan sayuran kesukaan kita.

3. Roti gandum
Roti gandum dipercaya mengandung banyak serat sehingga makanan ini menjadi cukup populer terutama bagi kalangan yang ingin menjaga berat badan atau mengurangi berat badan. Kenyataannya, sebagian besar roti gandum dibuat dengan bahan-bahan yang halus sehingga nilai nutrisinya sebenarnya sudah banyak berkurang. Alih-alih memakan gandum utuh yang baik untuk jantung, kita malah memakan gula yang tidak penting dan memproses bahan-bahan turunan.

4. Sereal
Dikemas dengan gula, bahan-bahan buatan, penambah rasa, dan biji gandum yang sudah diproses halus, sereal tidaklah sesehat seperti yang diiklankan. Tidak hanya mengisi tubuh dengan bahan-bahan yang kurang bermanfaat, sereal hanya membuat kenyang selama 1 jam saja, selebihnya kita akan lapar kembali. Ketika badan kita tidak memperoleh nutrisi yang dibutuhkan, maka tubuh kita akan meminta lebih lagi, terlepas dari berapa kalori yang sudah kita konsumsi. Agar mendapat nutrisi yang kaya dan perut yang kenyang, maka gantilah sereal dengan telur yang kaya protein dan semangkuk oatmeal yang menyehatkan jantung.

5. Minuman berenergi
Sering diiklankan sebagai minuman yang sering diminum oleh para olahragawan tidak membuat minuman berenergi sehat dalam arti sesungguhnya. Banyak minuman berenergi yang diisi dengan gula, sirup jagung, dan pewarna makanan buatan. Asam sitrat yang terkandung di dalamnya juga dikhawatirkan dapat merusak enamel gigi. Untuk memperoleh minuman yang kaya nutrisi dan elektrolit, kita dapat menambahkan satu sendok makan madu, sari lemon, dan sejumput garam laut Himalaya ke dalam segelas air hangat.

6. Yogurt rendah lemak
Yogurt rendah lemak memang sangat menarik terutama bagi wanita yang menginginkan badan langsing. Tetapi, kebanyakan yogurt rendah lemak menambahkan bahan-bahan seperti pati jagung dan pemanis buatan untuk mengganti rasa yang hilang akibat lemak yang dihilangkan. Oleh sebab itu, konsumsi yogurt kaya lemak yang mengandung beberapa bahan sederhana lebih baik daripada yogurt rendah lemak.

7. Granola batangan
Granola adalah makanan untuk sarapan yang terdiri dari kacang-kacangan, oat, buah-buahan kering dan madu. Makanan yang kemudian dikemas batangan dan diklaim sehat ini sangat populer di Amerika sebagai pengganti sarapan ketika terburu-buru. Kenyataannya, granola batangan telah dilucuti nutrisinya selama proses produksi. Tidak hanya itu, gula pun juga ikut ditambahkan. Pada akhirnya granola batangan yang rendah serat dan kaya akan lemak trans ini tidak lain hanyalah makanan penutup yang kaya akan gula. Apabila ingin menikmati granola, pilihlah granola biasa tanpa bahan tambahan apa pun dan nikmatilah dengan semangkuk buah-buahan segar sebagai pelengkap rasa.

8. Daging sapi kemasan
Daging sapi kemasan atau bacon (kering) per paknya bisa mengandung 362 mg sodium atau garam. Sementara itu, disarankan setiap orang mengkonsumsi kurang dari 2.300 mg sodium per hari atau sekitar satu sendok teh saja. Bahkan bagi yang sedang diet, disarankan untuk mengkonsumsi garam hanya seperempat sendok teh saja per harinya. Oleh sebab itu, sebaiknya pilihlah daging sapi segar apabila ingin mengkonsumsi daging dan olahlah dengan memanggangnya.

9. Cranberi kering
Nama buah cranberi di Indonesia mungkin masih jarang terdengar, tetapi di luar negeri buah ini terkenal karena diklaim memiliki beragam manfaat bagi kesehatan bahkan disebut sebagai salah satu superfood. Tidak dipungkiri cranberi kering pun kini sudah masuk ke Indonesia dan dijual dengan harga sekitar 85 hingga 115 ribu rupiah per kilogramnya. Cranberi kering terkenal sangat manis meskipun tidak ada tambahan gula. Sayangnya buah kering ini tidak memberikan rasa kenyang, sehingga kita akan terus ingin mengkonsumsinya. Hal ini dapat membuat kita menjadi mengkonsumsi banyak kalori. Agar terhindar dari penumpukan kalori yang tidak dibutuhkan, tambahkanlah salad buah-buahan ketika mengkonsumsinya.

10. Tepung protein
Sumber protein segar seperti telur, kacang-kacangan, dan daging-dagingan merupakan sumber protein yang paling baik. Lain halnya dengan tepung protein yang dapat memberi efek negatif pada ginjal dan hati karena kelebihan protein. Setiap orang rata-rata hanya membutuhkan 50-100 gram protein setiap harinya yang dapat diperoleh dengan mudah lewat makanan, minuman, dan cemilan sehari-hari. Sementara itu dengan menambahkan tepung protein dapat membuat sistem tubuh kita kelebihan protein.

Makanan sehat yang paling baik adalah makanan yang mengandung protein, mineral, vitamin, dan lemak sesuai dengan kebutuhan tubuh manusia yang juga disesuaikan dengan usia. Makanan yang diklaim sehat padahal sudah melalui proses produksi belum tentu benar adanya karena kebanyakan ditambah dengan bahan-bahan tambahan dan buatan yang dapat merusak kesehatan baik secara langsung maupun perlahan-lahan. Hal ini patut menjadi perhatian kita semua. Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, makanlah makanan sehat sesehat-sehatnya dalam bentuk aslinya. (blogviva/wol/ags/data1)

Sumber:
http://www.lifehack.org/361292/10-healthy-foods-that-are-actually-not-healthy
http://tabloidnova.com/Kesehatan/Umum/Hati-Hati-Produk-Kemasan-Ini-Tinggi-Sodium