Jembatan Ambruk, 196 KK Warga Terisolir

Waspada

SIBUHUAN, WOL – Jembatan Rambin (titi gantung) yang melintasi Sungai Barumun menghubungkan Desa Sabahotang dengan Desa Sigorbus dan Kecamatan Barumun, Kabupaten Padanglawas ambruk dan tidak bisa dilalui, Senin (8/2).

Menyusul hujan yang turun terus menerus dua hari belakang telah menyebabkan Sungai Barumun meluap, bahkan terjangan arus sungai mengakibatkan abudmen tiang penyangga jembatan gantung itu tumbang akibat tergerus arus sungai.

Kepala Desa Sabahotang, Ali Jumroh, mengatakan bahwa ambruknya jembatan Rambin Sabahotang itu terjadi akibat terjangan arus sungai, pondasi abudmen, tiang penyangga jembatan gantung miring bahkan nyaris tumbang.

Kini, lantai jembatan yang terbuat dari kayu sudah miring, malah sebagian sudah jatuh, tinggal kabel yang menjadi penahan, sehingga tidak bisa lagi dilalui kendaraan maupun pejalan kaki. Selain mengancam keselamatan warga yang melintasinya, untuk mengangkut hasil pertanian seperti karet dan sawit serta hasil pertanian lainnya sudah tidak memungkinkan.

Alhasil, 196 Kepala Keluarga (KK) warga Desa Sabahotang yang mayoritas mata pencahariannya hasil pertanian berharap mendapat perhatian serius dari pemerintah kabupaten, provinsi dan pusat.

Advertisement

Apalagi menurut keterangan warga dalam satu minggu dari Desa Sabahotang hasil produksi tanaman karet mencapai 5.000 kg, sedang hasil produksi tanaman kelapa sawit lebih dari lima ton dalam satu minggu. Bukan itu saja, ratusan anak usia sekolah terpaksa menyeberangi Sungai Barumun untuk pergi sekolah.

Wakil Ketua DPRD Padanglawas, H Irsan Bangun Harahap SE, berharap Pemkab Padanglawas bersama seluruh instansi terkait tanggap dan respon melihat kondisi jembatan Rambin Sabahotang tersebut.(wol/waspada/data1)

Editor: AUSTIN TUMENGKOL