Cek Mad: Banjir, Marak Perambahan Hutan di Aceh Utara

WOL Photo/Chairul Sya'ban
Iklan

LHOKSUKON, WOL – Bupati Aceh Utara, H. Muhammad Thaib atau Cek Mad, mengatakan salah satu penyebab bencana banjir adalah akibat maraknya perambahan hutan untuk perkebunan sawit. Ditambah lagi dengan sungai yang sudah pada dangkal. Maka demikian Pemerintah Pusat harus memberikan perhatian khusus terhadap kondisi Aceh Utara saat ini yang selalu diterjang banjir setiap tahun.

“Ini harus ada solusi secepatnya. Pemerintah Pusat harus membantu Aceh Utara untuk menormalisasi dan pengerukan sejumlah sungai yang sudah pada dangkal. Sebab hal inilah salah satu yang menyebabkan wilayah kita kebanjiran selain maraknya pembukaan hutan untuk perkebunan sawit,” pinta Cek Mad, Jumat (19/2).

Menurutnya, setiap kali diterjang banjir, Aceh Utara mengalami kerugian yang sangat besar hingga mencapai puluhan miliar. Dirinya mengaku bahwa anggaran Aceh Utara saat ini masih sangat terbatas untuk melakukan normalisasi sungai guna mencegah terjadinya banjir. Hal ini juga sudah Ia sampaikan langsung kepada Kepala BNPB Pusat, Laksmana Madya Willem Rampangilei saat meninjau titik-titik pasca banjir di Kecamatan Matangkuli, Kamis (18/2).

Kepala Pelaksana BPBD Aceh Utara, Munawar SE, menyebutkan hingga kini sejumlah Kecamatan di Aceh Utara masih terancam dari bencana banjir. Kecamatan itu meliputi Matangkuli, Pirak Timu, Lhoksukon, Samudera dan Langkahan. Bahkan kata dia, untuk bulan Februari ini saja banjir sudah menerjang hingga empat kali dan membuat ribuan warga mengungsi.

Sementara Willem Rampangilei saat meninjau titik-titik pasca banjir di Kecamatan Matangkuli, ia berjanji untuk segera melakukan normalisasi terhadap sungai-sungai yang dangkal termasuk evaluasi izin perusahaan perkebunan. Ia terlebih dahulu akan menyampaikan keluhan masyarakat terkait banjir tersebut kepada menteri di Jakarta.(wol/chai/data1)
 
Editor: SASTROY BANGUN

iklan
Iklan