Warga Pinggiran Rel Minta Direlokasi

WOL Photo/Eko kurniawan

MEDAN, WOL – Terkait PT Kereta Api Indonesia Divre I Sumut akan melakukan penggusuran terhadap warga sekitar pinggiran rel, sejumlah warga meminta agar PT KAI memberikan relokasi tempat tinggal.

Salah satunya adalah pemukiman warga pinggiran rel di Jalan Kalianda Lingkungan VII, Kelurahan Pusat Pasar Kecamatan Medan Kota yang meminta agar PT KAI dan pemerintah memberikan relokasi tempat tinggal kalau memang rumah mereka yang dihuni bertahun-tahun akan disuruh untuk pembangunan double track Kereta Api Bandara Medan-Kualanamu.

Richard Simbolon, warga pinggiran rel yang rumahnya akan digusur kepada Waspada Online mengungkapkan PT KAI akan melakukan penggusuran 15 Januari mendatang dan mereka hanya memberikan uang ganti rugi sebesar Rp1,5 juta per keluarga.

“Kalau memang mau digusur, berikan kami relokasi tempat tinggal dan menurut saya uang ganti rugi tidak sebanding dengan tempat tinggal yang sudah bertahun-tahun kami huni yang akan digusur,” tuturnya.

Ia menerangkan, masih banyak warga yang menolak terkait penggusuran ini, dan masih banyak juga warga yang belum menerima uang ganti rugi.

Advertisement

“Di lingkungan saya,  kurang lebih ada 300 keluarga dan masih ada yang belum menerima uang ganti rugi dan pembagiannya juga tidak merata dimana yang tidak memiliki kartu keluarga hanya diberi uang sebesar Rp1 juta. Ya, harapannya semoga PT KAI masih bisa memikirkan kembali untuk melakukan penggusuran. Kalau memang mau digusur, beri kami rekolasi tempat tinggal,” pungkasnya.(wol/eko/data2)

Editor: SASTROY BANGUN