Warga Jalan Thamrin Trauma Bentrokan Maut IPK-PP

Keterangan foto (muhammad rizki): pasca kerusuhan di JalanThamrin, Sabtu (30/1) sore, kantor MPW PP Sumut dijaga ketat oleh kader PP dan Brimob Subden 4 C Polda Sumatera Utara.
Iklan

MEDAN, WOL – Walaupun kondisinya mulai berangsur kondusif, warga yang bermukim di Jalan Thamrin trauma dan tidak merasa aman pascabentrok maut IPK dan PP, Sabtu (30/1).

Para warga yang tinggal di dekat lokasi bentrok tetap merasa takut kemungkinan bentrokan susulan. Di jJalan Thamrin terdapat Markas MPW PP Sumut.

Seperti diungkapkan Jhonny (54), salah seorang warga sekitar kepada Waspada Online, Minggu (31/1), dirinya bersama keluarga masih enggan untuk keluar rumah akibat bentrokan antara Pemuda Pancasila dan Ikatan Pemuda Karya tersebut.

“Masih takut lah, bang. Lihat saja semalam bentroknya ngeri kali. Saat ini, kami masih milih berdiam diri di rumah takut menjadi korban pula,” ungkapnya.

Pria keturunan etnis Tionghoa itu berharap aksi bentrok tersebut harus segera diakhiri. Ke depannya tidak ada bentrokan susulan yang dilakukan kedua kubu.

iklan

“Kami berharap polisi segera menyelesaikan masalah keributan antar-kedua OKP itu. Sehingga masyarakat bisa kembali melakukan kegiatan dengan nyaman dan aman,” harap Jhonny.

Hal senada juga disampaikan Alian (35) yang juga warga sekitar. Dikatakan, dirinya menutup sementara usaha bengkel mobilnya sebab masih takut terjadi bentrok susulan.

“Untuk sementara ini ditutup dulu bengkel saya ini. Takut ada pula bentrokan susulan, jadi korban pula kita nanti,” tuturnya.

Disinggung mengenai waktu bengkelnya tutup, Alian belum bisa memastikan. Namun ia akan kembali membuka tokonya saat suasana benar-benar sudah kondusif.

“Belum tau kapan bengkel mobil saya ini dibuka kembali. Ya, mungkin kalau keadaan sudah aman baru saya akan buka kembali bengkel itu,” ungkapnya.

Pantauan Waspada Online dari depan Kantor MPW PP Sumut di Jalan Thamrin, masih tampak puluhan aparat kepolisian dari Brimob Polda Sumut dan Polsek Medan Area bersiaga melakukan penjagaan ketat untuk menghindari aksi bentrok susulan.(wol/lvz/data2)

Iklan