PT KAI Ngotot Lakukan Penggusuran

WOL Photo/Lihavez

MEDAN, WOL – Terkait PT Kereta Api Indonesia Divre I Sumut melakukan penggusuran terhadap warga sekitar pinggiran rel di Jalan Salak Medan, Jumat (15/1) pagi, PT KAI tetap ngotot untuk melakukan penertiban dan penggusuran terhadap 1.600 keluarga yang bermukim di area tanah milik Kereta Api Indonesia.

Humas PT KAI Divre I Sumut, Rapino Situmorang, menegaskan kepada Waspada Online, pihaknya tetap menjalankan prosedur dan ketentuan melakukan penertiban guna pengosongan rumah yang berada di atas tanah miliki PT KAI/ pinggiran rel untuk pembangunan jalur ganda perlintasan kereta api.

“Sesuai dengan kesepakatan dan keputusan dari PT KAI, bahwa masyarakat yang tinggal di pinggiran rel harap untuk meninggalkan dan mengosongkan rumahnya. Kita juga sudah berkali-kali memberikan peringatan, namun masih ada juga warga yang keukeh untuk tak mau mengosongkan rumahnya,” jelas Rapino.

Dan hari ini, sesuai dengan jadwal pengosongan, kita melakukan penertiban di Jalan Salak Medan. Ada beberapa warga yang sudah mengosongkan rumahnya, namun ada juga yang masih bertahan,” tutupnya.

Diterangkan, untuk biaya ganti rugi, kita sudah berikan setiap keluarga Rp1,5 juta dan itu sebenarnya bukan tanggung jawab dari PT KAI, untuk memberikan dana tersebut, tetapi karena kami memiliki kebijakan sebagai uang tali kasih, kita berikan kepada 1.600 keluarga.

Advertisement

“Kami menghimbau kepada masyarakat, sudah terlalu banyak memberikan waktu dan dispensasi. Apabila masyarakat yang hendak mengosongkan atau mengangkat barang-barangnya, kami siap membantu,” tutupnya.(wol/eko/data2)

Editor: SASTROY BANGUN