KPPU Selidiki Kartel Daging Sapi di Sumut

WOL Photo/Eko

MEDAN, WOL – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) melakukan penelusuran terhadap adanya indikasi kartel daging sapi di Sumatera Utara (Sumut).

Dimana sebelumnya melakukan sidak ke pasar-pasar tradisional dan Rumah Potong Hewan (RPH) Mabar, KPPU Perwakilan Medan mulai membentuk tim untuk melakukan langkah investigatif untuk menemukan adanya praktik kartel dalam bisnis daging sapi.

Kepala KPPU Perwakilan Medan, Abdul Hakim Pasaribu kepada Waspada Online, Kamis (21/1) mengatakan, investigasi terhadap dugaan tindakan kartel tidak termasuk untuk pedagang di tingkat eceran.

“Tetapi, hanya fokus pada pelaku usaha di tingkat atas, yakni feedloter dan agen daging sapi.”

“Kita tidak melakukan sidak ke tingkat pedagang eceran, karena mereka hanya pengusaha kecil,” tuturnya.

Advertisement

Hakim menerangkan, sidak terhadap adanya indikasi praktik kartel tidak hanya bersifat incidental, tetapi juga memutuskan mata rantai tindakan kartel dalam melalukan stabilitas harga daging sapi di masa yang akan datang.

“Kami juga belum menerima keterangan dari impotir dan pemerintah, dan kedepannya akan mengupayakan dalam mengantisipasi kekurangan pasokan dan memberdaya stok sapi lokal. Selain itu, tingkat harga di pelau usaha ditingkat atas dan dibandingkan dengan eceran di pasar cukup jauh, dimana tauke daging membeli dengan kisarar harga Rp.41-42 ribu per kilonya, sedangkan di eceran mencapai harga Rp.105-118 ribu perkilonya,” katanya.

Pihak KKPU juga baru mencatat tiga pihak dalam bisnis daging sapi ini, dan Investigasi ataupun sidak daging sapi ini bukan hanya dilakukan di Medan saja tetapi di seluruh wilayah Sumatera Utara.

“Dan kami masih terus nerupaya melakukan pengumpulan data dan laporan terkait kertel daging ini, karena ini akan jelas merugikan masyarakat banyak,” tutupnya.(wol/eko/data1)