Kepala SDN 107393 Cs Dilaporkan ke Polisi

Johannes Padamean Marbun, duduk ditengah, korban penganiayaan tiga pelaku dan satu diantaranya Kepala SDN 107393, ngadu ke Polsek Sunggal. (WOL Photo/gacok)

MEDAN, WOL – Gara-gara nagih utang, Johannes Pardamean Marbun alias Kojek (36) babakbelur dianiaya tiga pelaku di depan kediaman, Kepala Sekolah SDN 107393, Zaleha SPd (55) di Jalan Binjai, Diski 15,5 Desa Terang Bulan, Gang Selamat, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang.

Korban Kojek warga Jalan Binjai, langsung dilarikan dua anggota Koramil Sunggal ke Klinik Bidan Dewi tidak jauh dari lokasi kejadian.

Penasehat Hukum, Lazim Surbakti SH alias Surbakti mendampingi korban Kojek kepada Waspada Online, Senin (25/1), mengatakan dalam peristiwa itu kliennya sudah membuat Surat Tanda Terima Laporan Polisi sesuai dengan No. STPL/157/I/2016/SPKT Polsek Medan Sunggal pada 25 Januari 2016 yang diterima Ka SPKT Aiptu Marianto.

Surbakti juga didampingi Herlina Br Situmorang (57), Eti Rahmadhani (37), Abner Sembiring (48), Arjun Saputra Napitupulu (17) menjelaskan, peristiwa itu terjadi Minggu (24/1) malam sekira pukul 20.30 WIB.

“Awalnya korban Kojek bersama temannya Abner Sembiring warga Desa Sawit Rejo, Kecamatan Kutalimbaru, Arju Saputra (17) warga Kampung Toba, Kecamatan Kutalimbaru dan Sakban Marbun (30) warga Jalan Rambung, Kecamatan Binjai Selatan, mengendarai sepeda motor mendatangi rumah Zaleha SPd selaku Kepala SDN 107393,” jelas Surbakti.

Advertisement

Setiba di kediaman Zaleha, korban bersama temannya tidak dibenarkan masuk dan malah didorong-dorong Zuleha.

Saat itu kata Surbakti, korban Kojek menjelaskan kedatangannya bukan merampok, tetapi menanyakan uang ibunya Herlina Br Situmorang (57) dan uang adiknya Eti Ramadhati (37) yang dipinjam Zuleha SPd selaku Kepala SD Negeri tersebut senilai Rp35 juta pada tanggal 13 April 2013 yang lengkap dengan kwintansi.

Karena ribut-ribut, korban dan temannya mau pulang ternyata datang Kodek (30) (anak Zuleha) bekerja sebagai PNS Singkil langsung marah-marah dengan melontar kata-kata kotor yang tidak perlu diucapkan.

Korban Kojek dan temannya tetap bertahan sambil mengatakan, ingin meminta utang Zaleha dan anaknya Kodek tetap bersikeras dengan mengatakan, tidak punya utang piutang.