Hakim PTUN Medan Divonis 2 Tahun Penjara

liputan6.static6.com
Iklan

JAKARTA, WOL – Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan Dermawan Ginting divonis dengan hukuman pidana penjara selama dua tahun dan denda Rp 200 juta subsider dua bulan kurungan oleh Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat.

Dermawan dinilai terbukti secara sah dan menyakinkan menerima suap sebesar US$5.000. Suap itu diterima Darmawan dari Gubernur Sumatera Utara nonaktif Gatot Pujo Nugroho dan istrinya Evy Susanti melalui pengacara OC Kaligis dan anak buahnya M Yagari Bhastara (Gary).

“Menyatakan terdakwa Dermawan Ginting secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara. bersama-sama sesuai dakwaan pertama,” kata Ketua Majelis Hakim Ibnu Basuki saat membacakan amar putusan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (20/1).

Dalam putusannya, hakim juga membacakan hal yang memberatkan dan meringankan untuk terdakwa. Adapun hal memberatkan, Dermawan dinilai tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan korupsi.

Sementara hal meringankan, terdakwa belum pernah dihukum, menyesali perbuatannya dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya. “Dan terdakwa masih memiliki tanggungan keluarga,” ujar Ibnu.

iklan

Atas perbuatannya Dermawan dijerat dengan Pasal 12 huruf c UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana.

Adapun suap diberikan agar Dermawan dan dua hakim lainnya, Tripeni Irianto Putro dan Amir Fauzi memenangkan perkara yang ditanganinya di PTUN Medan.

Yaitu, gugatan yang diajukan Pemprov Sumut terkait Surat Panggilan Permintaan Keterangan (SPPK) dan Sprinlidik Kejati Sumut terkait dugaan korupsi dana bansos, dengan tersangka Gatot Pujo Nugroho.

Vonis hakim lebih ringan dari tuntutan yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK. Dimana dalam KPK menuntut Dermawan dengan hukuman empat tahun enam bulan penjara dan denda sebesar Rp 200 juta subsider enam bulan kurungan.(inilah/data1)

Iklan