Bom Jakarta, Starbuks Tutup Seluruh Gerai di Jakarta

foto: reuters
Iklan

JAKARTA, WOL – PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) pengelola dan pemilik Stabuck di Indonesia menutup seluruh gerainya di Jakarta pascaledakan di salah satu gerai Starbucks di kawasan Sarinah, Jakarta Pusat.

Selain menurut seluruh gerai, saham MAPI langsung terjun bebas dalam perdagangan saham, hari ini.

Starbucks yang notabene milik perseroan ini membuat saham MAPI anjlok 3,25 persen atau 130 poin ke posisi Rp3.870 dibandingkan penutupan perdagangan kemarin yang bercokol di Rp4.000.

Analis Pefindo, Guntur Tri Haryanto menguraikan, penurunan harga saham MAPI terikat dengan aksi bom di Sarinah.

“Sepertinya ada hubungan. Terlebih lokasinya di lokasi Starbucks yang merupakan salah satu jaringan ritel MAPI dan dilakukan penutupan untuk jaringannya di Jakarta. Selain itu, juga ada penutupan di pusat-pusat perbelanjaan di mana MAPI memiliki berbagai jaringan ritel lain,” ujar Guntur, Kamis (14/1).

iklan

Dalam jangka pendek, dikatakan Guntur, akan memberikan impact yang besar bagi bisnis MAPI. Karena, masyarakat akan lebih menghindari untuk berpergian ke pusat perbelanjaan yang menjadi target aksi teror.

“Turun bisnisnya, karena efek psikologi untuk orang lebih berhati-hati berada di pusat keramaian maupun kedai-kedai kopi dan makanan. Tentunya pendapatan perseroan akan turun juga,” urainya.

Analis First Asia Capital, David Sutyanto pun sepakat, bom Sarinah akan melemahkan kinerja bisnis MAPI. Jika penurupan gerai dilakukan hanya hitungan hari saja, maka saham MAPI bisa rebound kembali.

“Bukan hanya Strarbucks, potensi pengunjung mal juga akan turun. Sedangkan tenant MAPI banyak di mal. Tapi jika hanya beberapa hari ya bisa rebound. Lagi pula MAPI ada sentimen jelek dari USD. Saya perkirakan laju saham MAPI hingga akhir perkan ini akan berada di batas bawah 3.650, sedangkan batas atas Rp4.000,” pungkas dia. (metrotv/data2)

Iklan