Tepung Tawar, Ini Kata Eks Kombatan GAM

WOL Photo/hairul sya'ban
Iklan

LHOKSUKON, WOL – Eks Kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang tergabung dalam Komite Peralihan Aceh dan Partai Aceh (KPA/PA) khususnya wilayah Pase Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe menggelar silaturrahmi sekaligus peusijuek (tepung tawar) Ketua KPA/PA Pase, Tgk Zulkarnaini bin Hamzah atau Tgk Ni, Senin (21/12).

Acara yang berlangsung di halaman Kantor KPA/PA wilayah Pase di Samudera, Aceh Utara ini dihadiri Wali Kota Lhokseumawe Suadi Yahya, perwakilan Bupati Aceh Utara, para anggota DPR Lhokseumawe dan Aceh Utara masing-masing Fraksi PA, tokoh ulama Tgk. H. Hanafi atau Abu Matang Keh dan para eks kombatan.

Amatan Waspada Online di lokasi, peusijuek dipimpin oleh Abu Matang Keh. Kemudian di sesi akhir peusijuek, Suadi Yahya juga turut menyalami Tgk Ni sekaligus mempeusijuek.

Dalam sambutannya di hadapan para tamu yang sudah duduk hadir di depan mimbar, Tgk Ni menyampaikan rasa ribuan terimakasih kepada seluruh masyarakat Aceh khususnya Wilayah Pase Aceh Utara, kepada tokoh ulama, maupun Pemerintah.

Sehingga dirinya dapat hadir pada acara tersebut setelah diberikan kesehatan dan kesembuhan. “Saya bersyukur kepada Allah yang telah memberikan kesehatan kepada saya, sehingga saya dapat berdiri dengan sehat di depan para tamu sekalian. Saya juga ucapkan terimakasih kepada semua pihak, baik Pemerintah Aceh maupun Pemerintah Kab/Kota yang telah berikan semangat kepada saya,” ucap Tgk Ni dengan dikawal empat orang pengawalnya.

iklan

Di samping itu, dirinya juga berterimakasih kepada Gubernur Aceh beserta Wakil yang telah menyempatkan diri menjenguk ketika ia dirawat di RS Zainal Abidin Banda Aceh. Namun, ia juga meminta maaf kepada semua pihak terkait dibatasi pengungjung saat dirinya sakit.

“Terimakasih kepada bapak Gubernur Aceh dan Pak Wagub yang sudah menjenguk saya ketika saya masih sakit dan dirawat di RS Zainal Abidin. Saya diobati di tiga titik, dua titik di Aceh dan satu titik di Malaysia. Alhamdulilah hari ini saya sudah agak sehat berkat doa seluruh masyarakat dan ulama Aceh,” ucapnya lagi.

Disamping itu, Tgk Ni menuturkan bahwa eks kombatan GAM saat ini tidaklah pecah, dan tidak benar dengan isu yang keliru. Tgk Ni juga meminta kepada seluruh jajarannya di Pase Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe agar tidak mengambil hal negatif dari isu yang sangat keliru.

Bila ada persoalan internal, dirinya menghimbau agar menyelesaikan persoalan itu di kantor dan tidak membahasnya di warung-warung kopi. Lebih lanjut dirinya juga menerangkan bahwa Aceh sampai sekarang masih menuntut hak.

“Kita saat ini masih menuntut hak-hak kita di Aceh. Semua kepentingan di Aceh adalah milik kita. Oleh sebab itu, mari sama-sama kita saling patuh bersatu demi kepentingan kita milik Aceh bersama,” terang Tgk Ni.(wol/chai/data1)

Editor: SASTROY BANGUN

Iklan