Pansus IMTA Menargetkan Ranperda Selesai Akhir Januari 2016

WOL Photo
Iklan

MEDAN, WOL – Ketua Pansus Izin Mempekerjakan Tenaga Asing (IMTA), Jumadi mengaku, pihaknya akan menyelesaikan Rancangan Peraturan Dearah (Ranperda) IMTA selesai akhir Januari tahun depan. Terlambatnya penyelesaian Ranperda tersebut disebabkan banyaknya jadwal anggota DPRD Medan pada Desember tahun ini.

“Memang, sudah kami jadwalkan untuk menggelar rapat Pansus di Desember. Tapi jadwal agenda kita sangat padat seperti membahas Kebijakan Umum Anggaran (KUA) Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) dan setelah itu, kita harus menggelar Reses III. Makanya, rapat Pansus IMTA tertunda,” ungkapnya, Senin (7/12).

Walau demikian, Jumadi mengaku optimis bahwa Ranperda IMTA dapat diparipurnakan di pertengahan Januari mendatang. Untuk itu, Pansus IMTA akan segera menggelar rapat Pansus di awal Januari.

Lebih lanjut Jumadi menambahkan, Perda IMTA sangat dibutuhkan oleh Pemko Medan untuk menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Medan dari sektor pajak orang asing. Mengingat, jumlah tenaga kerja asing di Kota Medan cukup besar.

“Berdasarkan data yang ada di Kantor Imigrasi, jumlah Tenaga Kerja Asing di Medan cukup besar, hampir mencapai 1000 orang. Sementara itu, jumlah pajak tenaga asing itu sebesar USD 1200 per orang per tahun. Dengan demikian, PAD yang bisa dihasilkan dari pajak tenaga asing itu lumayan besar,” paparnya.

iklan

Namun sayangnya, data tenaga asing itu tidak sinkron dengan jumlah tenaga asing yang dimiliki oleh Dinas Sosial Tenaga Kerja (Disosnaker) Kota Medan. Data tenaga asing yang dimiliki oleh Disosnaker Kota Medan hanya berjumlah 150 orang.

Kepala Seksi Penempatan Tenaga Kerja Dalam Negeri Disosnaker Kota Medan, Eddi Cholia Sembiring mengungkapkan, berdasarkan data, jumlah tenaga asing yang terdaftar di Disosnaker Kota Medan per tahun, rata-rata hanya 150 orang.

Berbeda dengan jumlah tenaga asing di Batam yang mencapai 3000-an orang per tahunnya. Menurut Eddi, banyaknya jumlah tenaga asing di Batam dikarenakan kota tersebut memiliki banyak kawasan industri.

“Sedangkan di Kota Medan, kawasan industrinya cuma sedikit yakni di Kawasan Industri Medan (KIM) 1. Untuk itulah, jumlah TKA di Kota Medan juga tidak sebanyak TKA di Batam dan Bekasi. Namun demikian, Perda IMTA akan semakin menguatkan pengaturan tentang retribusi pajak tenaga asing tersebut,” pungkasnya.(wol/mrz/data1)

Editor: SASTROY BANGUN

Iklan