Kemnaker Akan Bangun Pasar Info Kerja Kaum Difabel

foto: Istimewa
Iklan

JAKARTA, WOL – Menteri Ketenagakerjaan RI (Menaker RI), M. Hanif Dhakiri akan membangun info pasar kerja bagi kaum difabel.

“Kita akan bangun info pasar kerja bagi kaum difabel, kita harus bisa menghormati kaum difabel dengan memberikan peluang sama seperti kita,” kata Menaker mengutip laman Kementerian Tenaga Kerja.

Menteri Hanif menjelaskan, ada empat faktor kunci agar kaum difabel dapat mengakses dan masuk ke pasar kerja. Pertama, adalah akses difabel terhadap pedidikan & pelatihan kerja. “Kunci pertama adalah akses difabel terhadap pendidikan dan pelatihan kerja. Banyak bukti mereka bisa sangat terlatih untuk bidang-bidang tertentu. Bahkan lebih baik,” ujar Menaker.

Kedua, politisi muda Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu meminta perusahaan membuka diri untuk kalangan difabel agar mereka dapat mengakses pasar kerja. “Akses terhadap pekerjaan harus dibuka lebar. Dunia usaha harus membuka diri untuk terima kalangan difabel. Negara sudah mewajibkan 1% dari total tenaga kerja,” kata Menteri tiga anak itu.

Ketiga, adalah informasi pasar kerja terhadap kaum difabel. Terkait dengan informasi pasar kerja untuk difabel, Kemnaker akan memfasilitasinya melalui desk difabel. “Kemnaker berinisiatif menjembatani kesenjangan itu melalui desk difabel untuk mempertemukan kedua pihak dalam suatu bursa kerja khusus,” tutur Menteri Hanif.

iklan

Sedangkan kunci keempat yaitu mendorong kaum difabel untuk menjadi wirausaha. “Kunci keempat adalah dorongan dan insentif bagi difabel untuk dapat menjadi wirausahawan baru yang berdaya saing. Sudah banyak contohnya soal ini,” ungkap Hanif.

Menaker berharap keempat solusi kunci tersebut menjadi langkah awal untuk memberikan kesetaraan bagi kaum difabel.

“Keempat kunci itu menjadi jalan bagi perlakuan setara dan adil kalangan difabel, sehingga mereka bisa masuk ke pasar kerja atau berwirausaha. Supaya difabel dipekerjakan bukan berdasar belas kasihan, tapi karena penghargaan kemanusiaan seutuhnya. Dan mereka bisa,” ujarnya.(hls/data2)

Iklan