BPBD Aceh Utara Butuh 80 Unit Boat Evakuasi Korban Banjir

Ilustrasi (sumber: greenpeace.org)
Iklan

LHOKSUKON, WOL – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Utara sangat membutuhkan 80 unit boat mesin. Kebutuhan tersebut sangat mendesak mengingat daerah Aceh Utara merupakan rawan banjir.

Kepala BPBD Aceh Utara, Munawar Ibrahim SE, mengatakan, pihaknya sudah beberapa kali mengusulkan kebutuhan tersebut. Akan tetapi tidak ada respon apapun dari pihak terkait.

“Sudah gerah saya, sudah beberapa kali saya usulkan namun gak ada hasilnya. Padahal daerah kita ini adalah daerah rawan banjir. Kebutuhan yang saya minta ini bukanlah kebutuhan untuk pribadi, tapi demi masyarakat,” ungkapnya kepada Waspada Online, Rabu (23/12).

Dikatakan, di Aceh Utara titik-titik yang kerap diterjang banjir yaitu sebagian desa di Kecamatan Lhoksukon, Matangkuli, Pirak Timu, Langkahan dan Cot Girek. Jika Tahun 2014 lalu, banjir menerjang 26 Kecamatan.

“Tahun lalu BPBD sangat kewalahan mengevakuasi korban banjir di 26 Kecamatan dari total 27 Kecamatan di Aceh Utara. Boat yang kini ada digudang kita sangat tidak layak, ga sampai 10 unit,” ucapnya lagi.

iklan

Oleh karena itu pihaknya sangat memohon kepada Pemerintah agar segera menanggapi permohonan dalam usulan 80 unit boat.

Sementara itu Bupati Aceh Utara, H. Muhammad Thaib saat dimintai tanggapannya oleh Waspada Online di Lhoksukon mengakui BPBD saat ini sangat minim boat pengevakuasian korban banjir.

“Kebutuhan memang sangat mendesak, namun apa boleh belum ada anggaran untuk itu. Saya tetap merespon keluhan tersebut dan kami sudah mengusulkan kebutuhan boat yang dimaksud. Ya intinya saya akan terus berupayalah,” ucapnya.(wol/chai/data2)

Editor: SASTROY BANGUN

Iklan