Toko Aksesoris Ponsel Digerebek, Poldasu Tetapkan 11 Tersangka

Kombes Pol Ahmad Haydar didampingi Kasubbid Penmas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan saat memaparkan kasus pemalsuan produk aksesoris ponsel di Polda Sumut, Kamis (5/11) siang. (WOL Photo/ega ibra)

MEDAN, WOL – Penyidik Subdit/Indag Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumut menetapkan 11 tersangka dalam penggerebekan toko/gudang penyimpanan aksesoris ponsel.

Penggerebekan‎ dilakukan kemarin di Jalan Sutrisno, Jalan Kapten Muslim, Jalan Willem Iskandar, Jalan Sekip dan Jalan Razak. Dari lokasi itu polisi menyisir 11 toko. Dari ke-11 toko, penyidik melakukan pemeriksaan dan menetapkan 11 orang tersangka yakni dengan inisial MB, SA, A, S, AW, JW, SPM, R, SB, R dan H.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumut Kombes Pol Ahmad Haydar mengatakan kepada Waspada Online, dari hasil penggerebekan penyidik sudah menetapkan 11 orang tersangka.

“Jadi pelapornya adalah kuasa hukum resmi dari Apple Indonesia. Kemudian kita lanjuti dan lakukan penggerebekan. Ada perbedaan jelas antara produk aksesoris yang asli dan palsu merek Apple. Yang asli ada segel dan yang palsu enggak punya segel. Kemudian dari segi harganya juga jauh berbeda yang asli mencapai Rp300 ribu lebih dan palsu hanya di bawah Rp100 ribu,” ujar Kombes Pol Ahmad Haydar, Kamis (5/11) siang.

Kata Haydar lagi, dari pengakuan para tersangka, mereka sudah dua tahun menjual atau mengedar. Sasarannya memang di wilayah Medan saja. Kemudian dari pengakuan tersangka, mereka memperoleh aksesoris ponsel dari Cina.

Advertisement

“Jadi ngakunya tersangka ini sudah dua tahun mengedar/menjual aksesoris ponsel palsu. Sasarannya memang hanya di Medan saja. Seluruh barang bukti yang kita sita ini juga dari negara Cina. Kemudian tersangka dijerat Pasal 90, 91 dan 94 Undang Undang RI Tahun 2001 tentang merek dan denda Rp800 juta. Ancaman di bawah 5 tahun,” ungkap Ahmad Haydar lagi.

Sambung Haydar lagi, penggerebekan atas laporan dari kuasa hukum resmi dari pihak Apple Indonesia Purnomo Adityo.

“Pelapornya kuasa hukum resmi dari Apple Indonesia. Dari laporan itu kita lakukan penyelidikan dan setelah itu kita gerebek,” tandas Ahmad Haydar.(wol/roy/data2)

Editor: HARLES SILITONGA