SMUR Ajak Masyarakat Bersatu Selamatkan UUPA

Ilustrasi
Iklan

LHOKSUKON, WOL– Solidaritas Masyarakat Untuk Rakyat (SMUR) Aceh Utara mengajak masyarakat bersatu dan saling menyelamatkan UUPA, terlepas dengan kepentingan apapun dan siapapun.

Semua pihak juga diharapkan untuk tidak mempersoalkan pasal 205 UUPA tersebut yang tentang “Pengangkatan Kepala Kepolisian Aceh dilakukan oleh Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia dengan persetujuan Gubernur Aceh”.

Juga diharapkan jangan melampiaskan dendam politik dengan mengobok-obok kekhususan Aceh, dan jangan mencoreng muka diri sendiri.

Demikian disampaikan aktivis SMUR, Fakhrur Razi, Minggu (01/11).

Tak hanya itu, dirinya juga menyerukan agar penggugat Pasal 205 UUPA membatalkan gugatannya. Sebab menurut mahasiswa Fakultas Ilmu Politik Universitas Malikusslaeh tersebut, hal tersebut akan menjadi sejarah buruk dalam perjalanan kehidupan peradaban Aceh.

iklan

“Contoh misalnya, di daerah istimewa yang ada di Indonesia yaitu, Yogyakarta (DIY) sampai saat ini mereka tidak ada pemilihan gubernur. Tapi rakyat DIY tidak pernah mempersoalkan itu, apa lagi menggugat secara hukum. Berbicara hukum geraknya lebih kepada teknis,” ujar dia.

Pemerintah Aceh juga harus konsisten melaksanakan semua butir yang terkandung dalam UUPA. Kepada DPRA khususnya ketua Fraksi Partai Aceh (PA) dalam hal ini harus jeli melihat pasal demi pasal dalam penyusunan RAPBA 2016.

UUPA, dia menekankan kepada pemangku kepentingan di Aceh jangan hanya untuk kepentingan politik saja seperti lembaga Wali Nangroe (WN), simbol bendera Aceh dan Pemilukada Aceh.

“Akan tetapi, pemerintah Aceh diharapkan konsisten melaksanakan pasal 182 ayat 3 dengan mengalokasikan anggaran untuk pendidikan sebesar 30 persen,” tukas Fakhrur Razi. (chai/data1)

Iklan