Saksi: Rio Capela Minta Sisca Rekayasa Cerita

viva.co.id

JAKARTA, WOL – Kecurangan bekas Sekretaris Jenderal Partai NasDem Patrice Rio Capela untuk melepaskan jeratan hukum dari KPK semakin terungkap. Kolega Surya Paloh itu disebut membuat skenario supaya seolah-olah dirinya tidak memenerima uang Rp 200 juta dari Evy Susanti dan Gatot Pujo Nugroho.

Skenario yang dilakukan Patrice yakni dengan cara meminta Fransisca Insani Rahesti alias Sisca agar duit yang diterimanya disebut sebagai dokumen. Demikian disampaikan saksi Clara Widi Niken yang juga kakak Sisca saat bersaksi untuk Rio Capela.

“Kalau uang itu bisa diakui sebagai dokumen, itu bagus banget Sis. Nanti kalau kamu ditanya (oleh penyidik KPK) kekeuh ya itu dokumen,” kata Clara di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Senin (23/11) siang.

Clara menceritakan, permintaan Rio tersebut disampaikan oleh Sisca dalam suatu pertemuan di cafe RS Medistra pada tanggal 22 Agustus 2015. Dia mengetahui ini lantaran ikut dalam pertemuan itu. Menurut dia, pertemuan itu membahas pemberian duit senilai Rp 200 juta dari Evy kepada Rio lewat Sisca.

Clara menyebut, Rio dalam pertemuan itu menyampaikan agar Sisca saat diperiksa di KPK menyampaikan bila duit dari Evy Susanti, tidak diterima Rio.

Advertisement

“Pak Rio sampaikan yang terbaik adalah uang masih di kamu ‘Sis. Rio cerita bilang saja aku (Rio) tahu ada uang dari Bu Evy tapi aku ngga terima, uang di kamu nanti kita kembalikan,” ujar Clara mengulangi perkataan Rio.

Menurut Clara pesan yang disampaikan oleh Rio itu malah membuat gundah hati kakanya. Kemudian, Sisca pun kembali menghubungi Rio untuk melakukan pertemuan di tempat yang sama, yakni di cafe RS Medistra. Dan mereka bersepakat bertemu pada Minggu 23 Agustus 2015.

“Sampai di rumah apa benar saran itu, kok dokumen kok enggak masuk akal. Akhirnya ketemu lagi Pak Rio hari Minggunya, disampaikan kembali itu uang,” papar Clara.

Pada pertemuan kedua, Rio menurut Clara kembali berbicara soal skenario duit Rp 200 juta. “Pak Rio menegaskan kembali yang terbaik uang itu tetap di kamu, aku siapkan uang besok pagi. Nanti dikondisikan uang di 2 amplop yang satu Rp 150 juta dan Rp 50 juta dikondisikan seperti saat Pak Rio menerima dari Bu Evy,” ujar Clara.

Akhirnya duit dikembalikan Rio melalui sopirnya, Jupanes Karwa pada 24 Agustus 2015 di Pancoran kepada Sisca melalui Clara. Sisca pun saat diperiksa penyidik KPK menceritakan peristiwa yang sesungguhnya tanpa mengikuti arahan skenario yang disiapkan Rio.

“Sisca memberikan keterangan yang sesungguhnya,” ujar Clara.

Rio Capella didakwa menerima duit Rp 200 juta dari Gatot dan Evy melalui Fransisca Insani Rahesti alias Sisca. Jaksa KPK menyebut duit diterima sebagai imbalan atas upaya Rio Capella mengamankan Gatot Pujo terkait penyelidikan perkara dugaan korupsi dana bansos di Kejaksaan Agung.

Jaksa KPK menyebut Rio memang berupaya membantu Gatot Pujo yang terseret dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi Dana Bantuan Sosial (Bansos), Bantuan Daerah Bawahan (BDB), Bantuan Operasional Sekolah (BOS), tunggakan Dana Bagi Hasil (DBH), dan Penyertaan Modal pada sejumlah BUMD pada Pemprov Sumatera Utara yang ditangani Kejaksaan Agung.

Rio Capella menurut Jaksa mengetahui uang tersebut diberikan karena posisinya sebagai anggota Komisi III DPR mempunyai kewenangan untuk melakukan pengawasan terhadap mitra kerjanya antara lain Kejaksaan Agung dan sebagai Sekjen Partai NasDem untuk memfasilitasi islah (perdamaian) agar memudahkan pengurusan penghentian penyelidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi.(inilah/data1)