Mahasiswa Karo Ajak Masyarakat Tolak Money Politic

Ilustrasi
Iklan

KABANJAHE, WOL – Ikatan Mahasiswa Karo Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Sumatera Utara turut berpartisipasi dalam menyambut perhelatan pesta demokrasi di Kabupaten Tanah Karo pada 9 Desember mendatang.

Partisipasi tersebut dilakukan dengan menggelar kegiatan kampanye dengan membagikan selebaran dan brosur di beberapa titik kecamatan untuk mengajak masyarakat memilih calon kepala daerah dengan bijaksana.

Ketua IMKA FISIP USU Ema Kartika Sinulingga saat ditemui di Medan, Senin (23/11), menjelaskan  kegiatan tersebut diberi nama “Gerakan Peduli Kuta Kemulihen Tanah Karo Simalem” .

“Artinya gerakan peduli kampung halaman Tanah Karo yang nyaman,” jelasnya.

Ia menerangkan, latar belakang kegiatan tersebut adalah kepedulian dan keinginan Mahasiswa Karo FISIP USU agar masyarakat ikut berpartisipasi dalam Pilkada Kabupaten Karo untuk memilih calon bupati dan wakil bupati yang tepat sesuai dengan hati nurani.

iklan

“Pilkada serentak di Indonesia akan diselenggarakan pada 9 Desember 2015 mendatang. Tentunya dalam hal ini sangatlah dibutuhkan partisipasi dari seluruh kalangan masyarakat,” katanya didampingi para pengurus dan anggota.

Selain itu mahasiswa Karo FISIP USU juga mengajak masyarakat agar tidak terjebak dalam politik uang (money politic) dari pasangan calon bupati dan wakil bupati.

“Masyarakat berharap agar bupati yang nantinya terpilih bisa peduli dengan masyarakat kecil dan juga mampu mengatasi masalah sosial dan tidak melakukan praktek Kolusi, Korupsi dan Nepotisme (KKN)”, jelas Ema yang mahasiswi semester V jurusan Administrasi Negara itu.

Titik awal kegiatan kampanye dimulai dari pemasangan spanduk di pinggir jalan Penatapan Daulu (perbatasan antara Deliserdang dan Karo).  Kemudian aktivis mahasiswa disebar ke beberapa kecamatan di Kabupaten Karo seperti Kecamatan Berastagi, Merdeka, Dolat Rakyat, Barusjahe, Tigapanah, Simpang Empat, Payung, Tigannderket, Kabanjahe, dan Munthe.

Sosialisasi  dilakukan dengan cara menempelkan spanduk di tempat yang mudah dilihat oleh orang banyak, menempelkan stiker di mobil angkutan penumpang, warung-warung dan membagikan stiker serta sosialisasi singkat kepada masyarakat.(wol/cza/data1)

Iklan