Kontes Kecantikan Waria Diprakarsai Paslon Diributi di Labuhanbatu

WOL Photo
Iklan

RANTAUPRAPAT, WOL – Kontes kecantikan waria (wanita pria, red) yang diprakarsai salahsatu paslon di Labuhanbatu mendapat kritikan. Pasalnya, momen itu dituding sebagai bentuk mendukung program LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender).

Bahkan, hujatan ini menjadi topik di media sosial. Salahseorang netizen di grup Gemala menuding para Ustadz dan Para Ulama terkesan “TUTUP MATA” ada kontes Kecantikan Waria di Gedung Nasional, Rantauprapat, Labuhanbatu, Minggu (8/11).

“Sekali lagi saya katakan Astaghfirullah al azim. Saya masih tak percaya hingga saat ini, jika kontes kecantikan waria di Gedung Nasional itu memang diprakarsai oleh Paslon,” tulis akun Raisa Mumtaz Munthe.

Menurutnya, akan lebih baik, paslon itu membentuk sebuah wadah yang menampung para Waria untuk kembali ke jalan yang benar. Bukan malah menyiapkan tempat untuk eksistensi mereka. Waria itu penyimpangan bukan bawaan lahir.

“Apakah pantas apabila acara-acara seperti ini ditonton anak-anak kecil. Jangan hanya karena sudah dianggap biasa oleh orang-orang, kita terus bisa merubah syariat,” tegasnya.

iklan

Dia menduga, secara tidak langsung menyediakan tempat untuk kegiatan waria artinya sama dengan mengakui, melegalkan dan mensuport kebebasan gay. “Kemana Front Pembela Islam yang dulu dikenal garang untuk hal-hal seperti ini. Mana suara kalian ???,” cetusnya.

Status itu memantik sejumlah komen dari para netizen lainnya. “Awas.. Labuhanbatu jadi kota soddom,” ujar Kikin Ramadhan.

Sedangkan akun Muhammad Safri yang juga sebagai simpatisan paslon tersebut mengkritik keras dan mempertanyakan motivasi diadakannya acara itu. “Bila kegiatan itu benar diadakan dan dilakukan untuk muatan kampanye demi mendulang suara mohon maaf …! Ini akan menjadi legalitas dan berkembang biaknya kaum waria kenapa bisa? Mohon dari tim sukses no ** (sensor, red) jelaskan latar belakang acara itu dibuat. Maaf saya pendukung no ** (sensor, red) secara independen dan gerilia,” tulisnya.

Pihak FPI (Front Pembela Islam) Labuhanbatu laksana kebakaran kumis mendapat informasi adanya pelaksanaan kegiatan itu.

Bahkan, berencana akan melakukan rapat internal di lingkungan DPW FPI Labuhanbatu. “Kita baru dapat informasi terkait hal ini. Kita (FPI, red) akan rapat internal,” ujar Ridwan, MS, Sekretaris FPI Labuhanbatu, Senin (9/11) di Rantauprapat.

Pihaknya, kata Ridwan akan melakukan investigasi untuk mencari kebenaran informasi dan data dari wacana yang mencuat itu. Dan selanjutnya akan menyurati para pihak untuk membahas hal itu.

“Kita akan mintai tanggapan pihak KPUD,  Panwas, MUI, OKI dan lainnya. Kita mengutuk setiap acara-acara yang bertentangan dengan ajaran islami. Jika hal ini benar, maka disayangkan kebijakan yang dilakukan oleh paslon. Jangan hanya gara-gara ingin mendulang dukungan suara, malah menghalalkan segala cara,” tandasnya.(wol/zul/data1)

Editor: SASTROY BANGUN

Iklan