Ketua Yayasan Shio Besuk Wartawan Korban Begal

WOL Photo

MEDAN, WOL – Wartawan elektronik yang dibegal lima orang perampok, Aminur Rasyid (33) kondisinya sudah mulai membaik. Namun luka ditubuhnya akibat pembegalan masih terlihat jelas.

Sama halnya dengan sang istri, Novi (33) yang juga mengalami luka cukup parah saat pembegalan terjadi. Hingga saat ini Novi masih istirahat di rumah untuk menyembuhkan luka di tubuhnya.

Sedangkan Rasyid sudah mulai beraktifitas seperti biasa, namun tidak bekerja dalam waktu penuh karena lokasi luka di tubuhnya belum sembuh total.

Peristiwa pembegalan yang dialami Rasyid dan Novi itu mendapat simpati Ketua Yayasan Shio Indonesia (Shindo Club), yang aktif di bidang sosial, Hardiyanto Kenneth yang akrab disapa Ken. Setelah mengetahui informasi detail peristiwa tersebut, Ken langsung membesuk pasangan suami istri naas tersebut ke rumah kosnya, Sabtu (14/11).

Saat Ken tiba di rumah kos mereka, Rasyid dan Novi sedang istirahat. Mereka juga masih sulit berjalan saat menyambut Ken yang datang bersama beberapa temannya.

Advertisement

Usai mempersilahkan duduk, awalnya Rasyid sempat bingung kenapa Ken bisa membesuk dirinya. Namun setelah mendapat penjelasan maksud dan tujuan kedatangan Ken, Rasyid pun menyambut baik kunjungan Ken tersebut.

“Saya tahu peristiwa naas yang dialami bang Rasyid dari berita online. Kemudian saya tanya ke teman kejelasan informasi terkait pembegalan yang dialami bang Rasyid dan istri. Semoga cepat sembuh ya bang,” jelas Ken di rumah kos Rasyid , Jalan Gajahmada, gang Makmur.

Ken juga menyayangkan kenapa pembegalan sering terjadi di Medan. Menurutnya, aparat hukum harus rutin melakukan patroli di lokasi yang rawan tindak kriminal.

Selain itu, dia juga mengatakan peran serta Pemerintah Kota Medan juga penting dalam mengurangi tingkat kriminalitas di Medan. Kurangnya lampu jalan dan CCTV juga menjadi penyebab tingginya angka kriminalitas.

“Polmas (perpolisian masyarakat) juga harus kita tingkatkan. Sedangkan kriminalitas di Jalan Raya bisa diminimalisir dengan patroli rutin. Bila perlu, Pemerintah Kota Medan juga bisa memberdayakan hansip dan mengaktifkan siskamling untuk menekan tingkat kriminalitas di Medan,” ujar Ken saat berbincang dengan Rasyid dan Novi.

Di tempat yang sama, Rasyid mengapresiasi tujuan kedatangan Ken ke rumahnya. Dia juga berharap tokoh pemuda seperti Ken bisa berperan dalam pembangunan kota Medan.

“Terima kasih atas kunjungan bang Ken. Sebagai korban tindak kriminal, saya apresiasi karena masih ada tokoh muda yang peduli dengan saya. Dan harapan saya bang Ken bisa menjadi tokoh pemuda yang berperan membangun kota Medan,” tutur Rasyid didampingi Novi.

Sebelum beranjak dari rumah kos. Ken memberikan tali kasih untuk Rasyid dan istri. Dia juga berpesan agar Rasyid lebih berhati-hati dalam menjaga keselamatanya.

Seperti yang diketahui, wartawan media elektronik di Kota Medan, Aminur Rasyid (33) dirampok lima pemuda saat melintas Jalan Tol H Anif, Desa Sempali, Percutseituan, Deliserdang, Minggu (8/11/2015) dini hari, sekitar pukul 01.00 WIB.

Rasyid mengatakan, aksi perampokan lima pemuda berlangsung saat dia bersama istrinya Novi (33) usai berkunjung di rumah orangtua di Desa Saentis, Percut Seituan. Kala itu, lima pemuda langsung menghentikan laju kendaraannya.

Selain itu, kata dia, akibat pemukulan serta penganiayaan yang dilakukan lima pemuda, ia bersama istrinya mengalami luka disekujur tubuhnya. Meskipun demikian, Rasyid tidak dirawat di rumah sakit.

Rasyid menuturkan, sebelum kawanan perampok berhasil membawa sepeda motornya, dia sempat mempercepat laju kendaraan untuk menghindari perampok. Tapi, lima perampok menendang sepeda motornya hingga terjatuh.(wol/data2)

Editor: SASTROY BANGUN