Gatot: Pemberian Uang Karena Ada Permintaan

foto: sumutpos.co

JAKARTA, WOL – Gatot Pujo Nogroho mengatakan, bahwa uang senilai Rp200 juta yang diberikan kepada Sekjen Partai NasDem Patrice Rio Capella, bukan inisiatifnya dirinya. Melainkan permintaan dari Rio sendiri.

Demikian disampaikan oleh Gubernur Sumut nonaktif itu saat dihadirkan oleh Jaksa KPK sebagai saksi untuk terdakwa Rio Capella di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Jl Bungur Besar, Senin (23/11).

Menurut Gatot, permintaan Rio disampaikan melalui Fransisca lnsani Rahesti alias Sisca kepada istinya Evy Susanti. Uang diberikan lantaran Rio membantunya mengislahkan dirinya dengan Wakil Gubernur Tengku Erry Nuradi. Dimana hubungan keduanya saat itu kurang baik.

“Seperti yang saya sampaikan pada penyidik, semua itu (uang) disampaikan oleh bu Sisca kepada saya melalui istri saya (Evy Susanti),” kata Gatot dihadapan majelis hakim.

Mendengar jawaban itu, hakim menanyakan kembali bahwa pemberian uang itu bukanlah inisiatifnya. Gatot pun menjawab pemberian uang itu lantaran adanya permintaan dari Rio Capella melalui Sisca kepada istinya Evy. “Semua (pemberian uang) atas permintaan,” ujar Gatot.

Advertisement

Mendengar jawaban itu, Rio Capella terlihat serius dan mencatat semua keterangan yang disampaikan oleh Gatot. Sebab, keterangan Gatot memperjelas bahwa Rio adalah pihak yang aktif meminta uang.

Sebelumnya, Evy Susanti, istri Gatot Pujo Nugrhoho menatakan bahwa pemberian uang itu, selain untuk mengislahkan hunungan suaminya dengan Tengku Erry, bekas Sekjen Partai NasDem Patrice Rio Capella pernah berjanji akan berkomunikasi dengan Jaksa Agung HM Prasetyo.

Menurut Evy, komunikasi tersebut berkaitan dengan status tersangka Gatot di Kejagung dalam kasus dugaan korupsi Bansos di Sumut. Demikian disampaikan Evy sewaktu bersaksi untuk terdakwa Patrice Rio Capella.

“Pak Rio bilang kepada saya ‘nanti saya juga bicara dengan Jaksa Agung, pelan-pelan nanti saya sampaikan, tapi tidak bisa cepat karena jangan sampai seperti ada intervensi,” kata Evy dihadapan majelis hakim, Jakarta Pusat, Senin (16/11).

Pesan Rio, kata Evy, disampaikan setelah ada kata islah (perdamaian) antara Gatot dengan Wakil Gubernurnya Tengku Erry Nuradi di DPP Nasdem. Dimana hubungan keduanya tak harmonis dan dilakukanlah islah tersebut.

“Fakta di lapangan seperti itu, banyaknya demo, kemudian muncul persoalan-persoalan hukum. Ada indikasi itu manuver-manuver politik yang dilakukan oleh pak Wagub,” sebut Evy.

Diketahui, Mantan Sekretaris Jenderal Partai Nasdem, Patrice Rio Capella didakwa telah menerima uang Rp200 juta dari Gubernur Sumatera Utara nonaktif, Gatot Pujo Nugroho dan istrinya, Evy Susanti. Uang diberikan melalui Fransisca lnsani Rahesti alias Sisca.

Uang diberikan karena Rio selaku anggota DPR di Komisi lll mempunyai kewenangan untuk melakukan pengawasan terhadap Kejaksaan Agung serta selaku Sekjen Partai Nasdem untuk memfasilitasi islah (perdamaian).

“Untuk memudahkan pengurusan penghentian penyelidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi Dana Bantuan Sosial (Bansos), Bantuan Daerah Bawahan (BDB), Bantuan Operasional Sekolah (BOS), tunggakan Dana Bagi Hasil (DBH) dan Penyertaan Modal pada sejumlah BUMD pada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara yang ditangani Kejaksaan Agung,” kata Jaksa Yudi Kristiana, saat membacakan surat dakwaan Patrice Rio Capella di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin 9 November 2015.

Menurut Jaksa, Perbuatan Rio tersebut diatur dan diancam pidana dalam Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.(inilah/ags/data1)