Galian C Merusak Lingkungan Aceh Utara

WOL Photo/Ilustrasi
Iklan

LHOKSUKON, WOL – Kerusakan lingkungan di Kabupaten Aceh Utara kian merajalela akibat ulah oknum-oknum tertentu yang membuka galian C ilegal.

Riwa riwi hilir mudik truck pengangkut hasil galian C bahkan tidak pernah memberikan harapan yang baik kepada lingkungan hidup.

Kepala Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Aceh Utara, Nuraina, SKM M.Si, menyebutkan, ada beberapa pengusaha galian C yang kini masih belum melengkapi dokumennya. Salah satunya galian C di Desa Alue Leuhop, Kecamatan Cot Girek. Pihaknya juga sudah beberapa kali melayangkan surat teguran, namun tak juga direspon.

“Hilir mudik armada angkutan galian C oleh siapapun baik yang miliki dokumen maupun yang tidak, itu tidak pernah memberikan harapan yang baik kepada Lingkungan Hidup. Kita sudah beberapa kali layangkan surat teguran, namun tak direspon,” jelas Nuraina, Kamis (19/11).

Dikatakan, pihaknya telah mengajukan Qanun lingkungan hidup bahwa setiap pelaku usaha kegiatan itu sudah pasti meninggalkan bentang alam atau rona lingkungan sungai dapat berubah oleh karena aktifitas yang dilakukan manusia, baik di dalam alur sungai maupun di sepanjang sempadan sungai.

iklan

“Betapa hancurnya lingkungan hidup di Aceh Utara sekarang ini akibat ulah oknum yang menjalankan Galian C secara ilegal. Padahal, mereka tidak ada dokumen menjalankan secara resmi,” sebutnya.

Secara tegas dirinya juga menyatakan bahwa galian C yang beroperasi saat ini melanggar UUD 32 Tahun 2009 tentang pengelolaan terhadap kerusakan lingkungan hidup.

“Mereka tidak mengelola tapi malah merusak lingkungan hidup. Jelas-jelas mereka sudah melanggar UUD 32 Tahun 2009,” sebutnya lagi.(wol/chai/data1)

Editor: SASTROY BANGUN

Iklan