Waspadai Rawan Banjir di Aceh Utara

WOL Photo
Iklan

LHOKSUKON, WOL – Memasuki musim penghujan tahun ini, masyarakat perlu mewaspadai akan datangnya bencana banjir secara tiba-tiba, khususnya untuk kawasan yang rawan terhadap bencana itu.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara, Munawar Ibrahim, Sabtu (10/10), menyebutkan, ada beberapa kecamatan di Aceh Utara yang sangat rawan banjir.

Hal itu dikarenakan belum ada tanggul sungai disebagian kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS). “Kecamatan yang rawan banjir masing-masing Kecamatan Lhoksukon, Matangkuli, Pirak Timu dan sebagian di Cot Girek. Tidak adanya tanggul sungai di sebagian DAS adalah salah satu penyebab banjir di empat kecamatan itu,” jelasnya kepada Waspada Online.

Menurutnya, jika waduk raksasa yang sebelumnya pernah dibuka oleh Presiden Joko Widodo di pedalaman Kecamatan Paya Bakong dan belum rampung, maka kecamatan yang dimaksud sama sekali belum terbebaskan dari bencana banjir.

“Kalau waduk tersebut belum juga selesai, maka jangan bilang bebas dari banjir. Pastinya, kalau waduk itu nantinya sudah selesai, maka Insyaallah tidak banjir lagi, mudah-mudah begitu,” sebutnya lagi.

iklan

Para camat di kecamatan itupun mengakui hal yang sama seperti dikatakan Munawar. Untuk Kecamatan Pirak Timu, ada 20 Desa yang kerap dilanda banjir setiap musim penghujan.

Ke-20 desa itu, berdasarkan catatan Camat setempat, Tarmizi, meliputi Desa Tanjung Seureukey, Meunye Tujoh, Alue Bungkoh, Ara Tonton, Teupin U, Ceumeucet, Leupe, Kreung Pirak.

Kemudian, Desa Matang Keh, Rayeuk Pange, Bungong, Geulumpang, Asan Krueng Kreh, Beuracan Rata, Trieng, Reungkham, Keutapang, dan Bili Baro.

“Desa-desa tersebut kerap sekali dilanda banjir setiap kali musim penghujan. Tahun ini bahkan banjir sudah berulang kali terjadi akibat meluapnya air sungai, ditambah lagi tidak adanya tanggul di sebagain kawasan DAS,” jelas Tarmizi.

Sedangkan untuk Kecamatan Matangkuli, banjir kerap menerjang Desa Hagu, Alue Euntok, Tanjung Tgk Ali, Alu Thoe, Teupok Barat, dan sejumlah desa lainnya yang berada dikawasan DAS.

Di Kecamatan Lhoksukon, banjir kerap melanda Desa Jok, Babah Geudubang, Krueng, Dayah, Kumbang, Buloh, Teungoh, dan Geulumpang. Banjir di kawasan itu akibat jebolnya tanggul sepanjang hampir 30 meter.

Tanggul jebol juga terlihat di kawasan DAS Desa Geulumpang sepanjang 20 meter. Sampai detik ini, tanggul tersebut bahkan sama sekali belum diperbaiki.

“Banjir sebelumnya merendam kawasan itu karena tanggul jebol dikawasan Desa Kumbang. Namun saat ini tanggul di desa itu sedang dikerjakan yang menurut saya didanai oleh APBN, untuk nilainya berapa saya tidak tahu karena pihak rekanan ga melapor ke saya,” ujar Camat Lhoksukon, Saifuddin.

Sementara itu, Kecamatan Cot Girek yang kerap dilanda banjir yakni Desa U Baro, akibat tidak adanya tanggul di kawasan itu. Banjir bahkan meluas ke desa-desa lainnya seperti Desa Alue Drien dan Buket Selamat.(wol/chai/data1)

Editor: SASTROY BANGUN

Iklan