PSMS: Negeri Kami Negeri Penipu

foto: WOL Photo
Iklan

MEDAN, WOL – Para pemain PSMS Medan serempak menuliskan kalimat “Negeri Kami Negeri Penipu” pada status Blackberry Messenger (BBM) masing-masing. Sikap tersebut merupakan luapan kekecewaan terhadap Tim Transisi bentukan Kemenpora yang tak kunjung mencairkan hadiah juara Piala Kemerdekaan 2015.

Menurut Manajer PSMS, Andry Mahyar, tindakan yang dilakukan para pemainnya tersebut merupakan inisiatif masing-masing. Andry sendiri mengaku kaget dengan adanya suara kekecewaan seperti itu.

“Kemarin mereka sudah buat status, para pemain senior itu yang inisiatif. Mereka kan kecewa juga kondisi begini,” ujar Andry, Senin (12/10).

Hingga kini, hadiah yang dijanjikan oleh Tim Transisi sebesar Rp1,5 miliar memang tidak kunjung diberikan. Tim Transisi beralasan mandeknya pencairan uang dari sponsor menjadi penyebabnya.

Namun, Andry menegaskan pihaknya akan datang ke Jakarta menemui Tim Transisi untuk meminta kejelasan jika sampai Kamis (15/10) nanti belum juga cair. Terkait dengan langkah hukum yang akan diambil, Andry baru bisa memastikannya setelah bertemu dengan Tim Transisi nanti.

iklan

“Kalau belum ada juga nanti, Jumat (16/10) saya ke sana. Kami masih tunggu kepastian dari mereka (Tim Transisi),” ungkap sang manajer.

Adapun Ayam Kinantan menjadi juara Piala Kemerdekaan 2015 di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, September lalu, setelah mengandaskan Persinga Ngawi 2-1.  Kendati di final harus bermain dengan 10 orang, PSMS bangkit dan mampu membalikkan keadaan  berkat gol Aldino Herdianto dan kapten Legimin Rahardjo.

Sebagai kampiun, PSMS memboyong Piala Menpora dan hadiah uang pembinaan sebesar Rp1,5 miliar. Sementara itu, Persinga berhak membawa pulang Rp1 miliar. Persepam Madura United dan Persiba Bantul, sama-sama posisi ketiga bersama, mendapatkan masing-masing Rp500 juta.(wol/vivabola/data2)

Editor: AUSTIN TUMENGKOL

Iklan