Pemerintah dan TNI/Polri, Minta Warga Aceh Singkil Pulang

acehpress.com
Iklan

ACEH SINGKIL, WOL  – Pemerintah Provinsi Aceh bersama Kepolisian Daerah Aceh dan Kodam Iskandar Muda meminta masyarakat Kabupaten Aceh Singkil yang saat ini masih mengungsi ke daerah Sumatera Utara agar segera pulang ke rumahnya masing-masing.

Sebab menurut Kapolda Aceh, Irjen Pol Husein Hamidi, Jum’at (16/10), situasi di Aceh Singkil pasca kerusuhan sudah mulai aman kondusif. Hal itu juga sudah dibahas kemarin dalam rapat yang digelar di Mapolres Aceh Singkil bersama unsur Muspida, TNI/Polri, sejumlah tokoh, dan Forkominda.

Untuk langkah-langkah berikutnya, pihaknya siap bila perlu untuk pengawalan terhadap pengungsi yang masih merasa khawatir untuk kembali kerumah masing-masing.

“Masih ada masyarakat kita yang sampai saat ini khawatir, sehingga masih mengungsi ke daerah lain di Sumatera Utara. Kita harapkan kepada mereka untuk segera pulang kerumah masing-masing, karena memang situasi sudah mulai kondusif,” ujar Kapolda Aceh.

Dikatakan, dalam rapat yang digelar kemarin, Bupati dan Pangdam IM menyetujui pengungsi segera kembali. Pihaknya juga sudah koordinasi dengan Pemerintah Daerah Tapanuli Tengah, Phak-Phak Barat dan Sidikalang untuk mengajak pengungsi segera kembali ke rumahnya masing-masing di Aceh Singkil.

iklan

Tak hanya itu, personel gabungan juga diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pengamanan, baik di objek-objek rumah ibadah, maupun diperkampungan desa. Kepada semua pihak, TNI/Polri dan Pemerintah menghimbau untuk jangan mendengar isu-isu yang tidak benar.

“Mohon di kroscek terlebih dahulu dan laporkan ke Penegak Hukum jika mendengar isu-isu yang tidak benar, jangan langsung menyerang,” jelasnya.

Dirinya juga memastikan bahwa aktivitas di lokasi pasca kerusuhan sudah kembali normal. “Bila perlu kita kawal mereka untuk bisa pulang, karena memang situasi sekarang sudah aman. Dan siap dijemput di perbatasan,” imbuh Kapolda Aceh.

Sementara ini, Kepolisian Daerah Aceh sudah melakukan pemeriksaan terhadap 47 orang yang diduga terlibat dalam insiden tersebut. Kemudian, tiga orang ditetapkan tersangka dan tujuh orang masih DPO.

“Setelah kita teliti, dari 47 orang itu diantaranya tiga orang yang memiliki unsur tindak pidana pengrusakan dan sampai saat ini sudah kita lakukan penahanan. Kemudian ada tujuh orang yang masih DPO terlibat aksi pembakaran,” imbuhnya lagi.(wol/chai/data1)

Editor: SASTROY BANGUN

Iklan